Monday, August 2, 2021

Gajah Liar Mati, Diduga Dibantai Pemburu Di Kawasan Taman Nasional Way Kambas

Most Read

radartvnews – Inilah kondisi  bangkai gajah liar, yang temukan mati  kamis sore di area kawasan taman nasional Way Kambas , TNWK, Lampung Timur.

Gajah liar  yang diperkirakan berusia 12 tahun ini, saat ditemukan  selain kepalanya hancur dan belalai terpotong , tubuh hewan raksasa itu pun sudah mulai membusuk .

Ironisnya lagi, saat ditemukan di area seksi -i, rawa bunder  kawasan taman nasional Way Kambas, gigi  maupun gading gajah liar sudah lenyap .

Melihat kondisi tubuh gajah yang mulai membusuk diperkirakan gajah liar ini mati sejak tujuh hari lalu .

Diduga  matinya gajah liar dari kawasan TNWK ini, akibat ulah  para pemburu liar  yang sengaja di bantai dengan mengunakan senjata bius , untuk mendapatkan  gading maupun gigi gajah .

Berita Lainnya  Tiga Pengeroyok Nakes Jadi Tersangka

Salah satu petugas polisi hutan di tnwk menjelaskan setelah melakukan pencarian sejak pukul delapan pagi, bangkai gajah ini akhirnya baru ditemukan pukul  sebelas siang, di area kawasan TNWK .

Sementara  menindak lanjuti  kasus tewasnya gajah liar ini, Kabag Ops Polres Lampung Timur, Kompol Ujang Supriyanto mengatakan  masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, serta membentuk tim guna mengungkap peyebab kematian gajah liar yang di duga dibunuh untuk dicuri gading maupun gigi gajah ini .

Berita Lainnya  Tiga Pengeroyok Nakes Jadi Tersangka

Sementara  pihak balai TNWK menyatakan bila hasil autopsi tidak ditemukan penyakit  yang menyebabkan matinya hewan berbelalai ini, namun tidak menutup kemungkinan matinya gajah liar dari kawasan larangan ini, akibat korban dari para pemburu liar .(sya/rltv)

berita menarik lainnya

UNTUK ANDA

BERITA TERKINI

Ribuan Burung Prenjak & Gelatik Diselundupkan

Radartvnews.com- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung bekerjasama dengan Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Wilayah Bengkulu- Lampung berhasil mengagalkan pengiriman ribuan...

berita terkait lainnya