Friday, July 30, 2021

Mustafa-Nunik, Cagub Cawagub Terkaya

Most Read

radartvnews.com-Komisi Pemilihan Umum provinsi lampung belum menerima laporan harta kekayaan penyelenggara negara masing – masing kandidat. Dari data yang dihimpun radar lampung tv via situs komisi pemberantasan korupsi, hampir seluruh pasangan calon sudah lama tak melaporkan kekayaannya, data pelaporan terakhir adalah tahun 2015 silam.

Dari LHKPN itu, Mustafa tercatat sebagai calon gubernur terkaya, sedangkan chusnunia chalim tercatat sebagai calon wakil gubernur terkaya.

Mustafa memiliki total harta kekayaan hingga 9. 953.968.365 yang terdiri dari harta tidak bergerak sejumlah 8.356.685.000, harta bergerak 1.402.668.100 dan surat berharga dengan nilai 194.615.265 yang terakhir di laporkan ke kpk pada tanggal 26 Juni 2015. Saat itu mustafa masih menjabat wakil bupati lampung tengah.

Herman HN memiliki total kekayaan hingga 9.361.866.027yang terdiri dari harta tidak bergerak sejumlah 7.888.918.000, harta bergerak 1.360.000.000 dan surat berharga dengan nilai 112.948.027 yang di laporkan ke KPK pada tanggal 15 Juli 2015. Saat itu Herman HN sudah menjabat wali kota bandarlampung.

Arinal Djunaidi memiliki total kekayaan hingga 8.524.059.643 yang terdiri dari harta  tidak bergerak sejumlah 3.207.124.000, harta bergerak 665.813.200 dan surat berharga  dengan nilai 4.661.013.779 yang di laporkan ke KPK pada tanggal 26 Desember 2014. Ketika itu, arinal masih menduduki posisi sebagai sekretaris daerah provinsi Lampung.

Sementara sang petahana M.Ridho Ficardo memiliki total kekayaan hingga 7.192.420.612 yang terdiri dari harta tidak bergerak sejumlah 1.800.000.000,-, harta bergerak 868.000.000,- dan surat berharga dengan nilai 4.524.420.612,- yang di laporkan ke KPK pada tanggal 30 Juni 2014, saat pelaporan ridho menjabat gubernur Lampung.

Untuk posisi calon wakil gubernur lampung. Chusnunia Chalim menjadi cawagub terkaya dengan laporan harta kekayaan sejumlah 4.011.646.162 yang terdiri dari harta tidak bergerak sejumlah 2.194.566.000, harta bergerak 473.000.000 dan surat berharga dengan nilai 1.744.080.162 yang di laporkan ke KPK pada tanggal 2 Desember 2014. Saat itu perempuan yang akrab disapa nunik ini menjabat anggota DPR RI.

Berita Lainnya  Bocah Tercebur Sumur Selamat

Sementara posisi kedua ditempati oleh Bachtiar Basri dengan nilai total kekayaan 1.753.134.800 yang terdiri dari harta tidak bergerak 619.190.000,- harta bergerak 738.500.000,- dan surat berharga dengan nilai 394.444.800,- yang di laporkan ke KPK pada tanggal 17 Juni 2013, ketika itu bachtiar masih menjabat sebagai bupati tulangbawang barat.

Berita Lainnya  Pemukiman Diterjang Ombak, 4 Rumah Hancur

Posisi ketiga ditempati oleh  Sutono dengan total kekayaan 362.025.000 yang terdiri dari harta tidak bergerak 259.025.000,- harta bergerak 98.500.000,- dan surat berharga dengan nilai 4.500.000,- yang di laporkan ke KPK pada tanggal 28 Desember 2005. Sutono saat itu menjabat kasubdin perlindungan hutan dinas kehutanan lampung.

Terakhir calon wakil gubernur Ahmad Jajuli dengan nilai total kekayaan 305.179.001, terdiri dari harta tidak bergerak 209.966.000,- , harta begerak 126.500.000,- dan surat berharga dengan nilai 425.179.001,- yang di laporkan ke kpk pada tanggal 1 November 2014. Saat melaporkan kekayaan ahmad jajuli menjabat anggota DPD RI.

Ketua kpu provinsi lampung, Nanang Trenggono mengatakan Komisi Pemilihan Umum akan mendapatkan secara pasti jumlah harta kekayaan seluruh kandidat pada tanggal 18 februari mendatang setelah penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lampung periode 2019- 2024. “Secara resmi LHKPN paslon akan kita terima pada 18 Februari 2018” ujar Nanang.

Nanang menambahkan akan segera meminta para kandidat melengkapi seluruh berkas yang masuk. (Bowo/Rie/ JF)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

UNTUK ANDA

BERITA TERKINI

KPK Eksekusi Eks Kadis dan Kabid ke Rutan Way Hui

Radartvnews.com - PLT Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi RI Bidang Penindakan, Ali Fikri melalui siaran persnya di Gedung Putih KPK pada Kamis siang (29/7). Fikri...

berita terkait lainnya