Tuesday, July 27, 2021

Branti Dicoret Dalam Proyek Nasional

Most Read

Radartvnews.com- Belum juga usai permasalahan Bandara Raden Inten II Lampung yang belum dinaikkan statusnya menjadi Bandara Internasional. Pemerintau pusat justru mengeluarkan kebijakan baru.

Pemerintah Pusat menghapus Bandara Raden Inten II Lampung dalam daftar proyek strategis nasional.  Penghapusan ini berdasarkan peraturan Presiden Joko Widodo Nomor 56 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional, yang ditandatangani oleh Jokowi pada 20 juli 2018.

Dalam keterangan pers dilaman resmi Sekretariat Kabinet yang diunggah senin kemarin (30/7),  disebutkan adanya 227 proyek yang masuk dalam proyek strategis nasional, lebih sedikit dibanding proyek strategis nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 yang mencapai 248 proyek.

Beberapa proyek dihapus dalam daftar proyek strategis nasional,   baik yang sudah selesai pembangunannya maupun belum dimulai pembangunannya , salah satunya yakni Bandara Raden Inten II Lampung . Menanggapi hal ini , Pemprov Lampung mengaku tak bisa berbuat banyak dengan keputusan Pemerintah Pusat tersebut .

Berita Lainnya  Patroli Skala Besar, Target Tebar Rasa Aman

Penjabat ( PJ ) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung , Hamartoni Ahadis mengatakan meski dihapus dari daftar proyek strategis nasional pihaknya tetap mendorong Pemerintah Pusat untuk menaikan status branti menjadi Bandara Internasional.  Ia pun optimis Branti bisa naik status.

Berita Lainnya  Pedagang Tuntut Solusi

Diketahui selain Bandara Raden Inten II yang dihapus dalam daftar proyek strategis nasional , proyek lainnya juga terkena imbas seperti ,  jalan tol Soreang – Pasir Koja (Bandung),  kereta api (Ka) Kertapati – Simpang – Tanjung Api-Api ,  Bandara Sebatik , dan masih banyak lagi.(lih/san)

berita menarik lainnya

UNTUK ANDA

BERITA TERKINI

Ruas Tol Terpeka Diperketat, Volume Kendaraan Turun

Radartvnews.com - Pemerintah pusat memperpanjang PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 8 Agustus 2021. Menyikapai keputusan tersebut, PT Hutama Karya melanjutkan penyekatan di...

berita terkait lainnya