Saturday, July 31, 2021

’’Sekte’’ Swissindo Lampung Aman

Most Read

Radartvnews.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung meminta kepada masyarakat untuk waspada dan lebih teliti terhadap penipuan berkedok investasi. Himbauan ini diberikan setelah tertangkapnya bos sekte penghapus utang, United Nation Swissindo,  Soegiharto Notonegoro atau yang akrab disapa Sino.

Kepala OJK Lampung Indra Krisna mengatakan, bahwa pihaknya mengimbau kepada masyarakat Provinsi Lampung untuk melapor jika menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh United Nation Swissindo.

“sejauh ini laporan ada korban penipuan Swissindo di Lampung Timur. Namun korban belum melapor kepada OJK,” ujar Indra.

Pihaknya sendiri mendukung langkah kepolisian yang telah menangkap pimpinan UN Swissindo, karena dengan begitu segala kegiatan Swissindo dihentikan. Hal ini disampaikan langsung oleh indra saat ditemui pada pameran Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) di Lampung Walk, jumat pagi (3/8).

Berita Lainnya  Menunggak Kredit Motor, Buat Laporan Palsu Kehilangan

Diketahui, UN Swissindo beroperasi di Cirebon. Sino mengklaim dirinya adalah presiden besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia memiliki misi besar ingin menghapuskan utang umat manusia di dunia.

UN Swissindo mengklaim dirinya sebagai pendiri negara-negara dunia. Sehingga segala bentuk warisan atau aset di dunia diklaim boleh dikelola oleh UN Swissindo.  Eksistensi UN Swissindo ini mulai berjalan sekitar tahun 2010, nama Un Swissindo kian melambung setelah pengikutnya mulai banyak . Makin banyak masyarakat yang berpandangan miring terhadap UN Swissindo.

Berita Lainnya  Otak Perampokan Toko Sembako Ditangkap

Hingga akhirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan satgas waspada investasi mengeluarkan keputusan bahwa UN Swissindo tak memiliki izin untuk melaksanakan kegiatan pelunasan utang tersebut. (lih/san)

berita menarik lainnya

UNTUK ANDA

BERITA TERKINI

Waspada Gelombang 6 Meter di Perairan Lampung

Radartvnews.com - Nelayan di wilayah Perairan Barat Lampung harus mewaspadai gelombang setinggi 4 hinga 6 meter. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Maritim Lampung memprediksi...

berita terkait lainnya