Tuesday, June 22, 2021

Otak Indonesia Barokah Terkuak

Most Read

Radartvnews.com- Tabloid Indonesia Barokah menjadi perbincangan panas ditengah suhu politik tahun ini. Tabloid ini disebut-sebut di buat salah satu direktur Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Ipang Wahid, meski demikian mereka membantah.

Sementara, Dewan Pimpinan Daerah Gerindra Lampung meminta Badan Pengawas Pemilu untuk tidak tebang pilih dalam menjalankan tugasnyaa, Bawaslu harus berani menyita seluruh tabloid yang diduga menyudutkan pasangan calon presiden nomor urut 02 ini.

Sekertaris DPD Gerindra Lampung Patimura menilai, aparat kepolisian dan Bawaslu mempunyai perangkat hingga tingkat kecamatan untuk melakukan pencegahan dan penarikan peredaran tabloid di pesantren dan masjid.

“Polisi dan Bawaslu mempunyai perangkat hingga tingkat kecamatan untuk melakukan pencegahan dan penarikan peredaran tabloid di pesantren dan masjid,” kata Patimura.

Berita Lainnya  Dua Pelaku Curanmor di Enam Lokasi

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Sudin mengaku belum membaca isi dari tabloid yang hangat di perdebatkan.

Dirinya juga menampik tabloid di buat oleh tim kampanye nasional untuk melakukan kampanye negatif sesuai dengan instruksi yang diberikan Ketua Umum PDI Perjuangan. Seluruh kader PDI Perjuangan harus berkampanye secara positif dengan mengedepankan prestasi yang telah di raih oleh capres selama menjabat.

Berita Lainnya  Dua Pelaku Curanmor di Enam Lokasi

“Seluruh kader PDI Perjuangan harus berkampanye secara positif dengan mengedepankan prestasi,” jelas Sudin.

Untuk menncegah peredaran tabloid Indoesia Barokah di Lampung, Badan Pengawas Pemilu bersama aparat kepolisian sudah berkoordinasi dengan pt.pos tanjungkarang untuk menghentikan pendistribusian. Namun, Bawaslu tidak melakukan penyitaan terhadap ribuan tabloid siap edar ini.(bow/san)

berita menarik lainnya

UNTUK ANDA

BERITA TERKINI

Kecewa Tidak Naik Kelas, Lima Siswa SD Rusak Sekolah

Radartvnews.com - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, Yahtar menjelaskan bahwa enam siswa tidak naik kelas karena tidak pernah mengumpulkan tugas selama sekolah...

berita terkait lainnya