Saturday, July 24, 2021

Sepanjang 2019, Kuota Solar Berubah 2 Kali

Most Read

Menyusul adanya pengumuman pengurangan kuota 10 persen BBM jenis solar subsidi oleh badan pengatur hilir minyak dan gas bumi atau BPH Migas, dikeluhkan para pengusaha SPBU dan pengendara, karena dinilai mendadak tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Senin siang PT Pertamina cabang Lampung, menyatakan keputusan dan kewenangan regulasi pengurangan BBM merupakan kewenangan BPH Migas. Sebagai operator, pertamina hanya menjalankan kebijakan pengiriman BBM subsidi sesuai peraturan regulasinya.

Keputusan penurunan pembatasaan kuota BBM jenis solar subsidi sebesar 10 persen, dinilai tidak merata. Pasalnya, dari jumlah 10 persen pembatasan kouta solar secara nasional, dua daerah di Lampung, seperti Bandar Lampung dan kabupaten Lampung Selatan, pembatasannya justru mencapai 12 hingga 14 persen. Bahkan sebelumnya, kedua daerah tersebut, pembatasan kuota  subsidi mencapai 30 sampai 34 persen.

Berita Lainnya  Petani Hangus Terbakar di Gubuk

Keputusan pengurangan BBM solar subsidi secara nasional ini, dikeluhkan di SPBU di Lampung, karena jumlah stok pengirimannya berkurang, sementara permintaan atas solar subsidi kendaraan di Bandar Lampung, meningkat.

Dengan di keluarnya pembatasan kuota BBM solar subsidiĀ ini, memaksa pihak SPBU harus memberikan jatah pengisian maksimal sebanyak 20 hingga 30 liter per kendaraannya, dan melarang kendaraan besar untuk mengisi BBM solar subsidi.

Berita Lainnya  Petani Hangus Terbakar di Gubuk

(Hen/Bow)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

UNTUK ANDA

BERITA TERKINI

Semangat Berbagi Berkah PLN UID Lampung, Bagikan 600 Paket Daging Kurban

Radartvnews.com - Perayaan Idul Adha 1442 Hijriyah atau tahun ini sangat istimewa karena dilaksanakan di tengah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau yang...

berita terkait lainnya