Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Temuan BPK: 320 Mahasiswa Meninggal Masih Terima KIP Kuliah Rp2,70 Miliar

×

Temuan BPK: 320 Mahasiswa Meninggal Masih Terima KIP Kuliah Rp2,70 Miliar

Share this article


Temuan BPK: 320 Mahasiswa Meninggal Masih Terima KIP Kuliah Rp2,70 Miliar




Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang menjadi sorotan usai BPK menemukan dana sebesar Rp2,70 miliar masih mengalir ke ratusan mahasiswa yang telah meninggal dunia. —

RADARTVNEWS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan penyaluran dana bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang dinilai bermasalah. BPK mencatat dana sebesar Rp2,70 miliar masih terus disalurkan kepada 320 mahasiswa penerima yang diketahui telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan Mental, Tak Harus Selalu Memberi Solusi

Temuan mengejutkan ini terungkap dalam laporan hasil pemeriksaan BPK terhadap pelaksanaan anggaran di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kasus ini menjadi sorotan tajam publik mengingat KIP Kuliah merupakan program bantuan pemerintah bagi mahasiswa kurang mampu.

Penyaluran dana yang tidak tepat sasaran akibat masalah pendataan ini disinyalir terjadi karena kurangnya pemutakhiran data secara berkala antara kementerian dan pihak perguruan tinggi. BPK meminta pihak kementerian bertanggung jawab atas kelalaian pengawasan tersebut.

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan kementerian serta lembaga terkait untuk segera membenahi sistem verifikasi dan validasi data penerima bantuan pendidikan. BPK juga meminta agar kelebihan pembayaran dana KIP Kuliah tersebut segera dikembalikan ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  A2O LITE Resmi Debut Lewat “NEON”, Girl Group Baru Garapan Lee Soo-man

BACA JUGA:KIP Kuliah 2026 Kembali Dibuka, Peluang Kuliah Gratis yang Selalu Diburu Calon Mahasiswa

Persoalan ini dinilai sangat krusial mengingat anggaran KIP Kuliah tahun 2026 mencapai nominal fantastis sebesar Rp15,64 triliun dengan target sasaran lebih dari 1 juta mahasiswa di seluruh Indonesia. Lemahnya integrasi data penerima dikhawatirkan dapat menggerus efektivitas program bantuan nasional.

BPK menekankan pentingnya pengawasan ketat dan sinkronisasi data secara real-time agar alokasi anggaran pendidikan tepat sasaran serta benar-benar diterima oleh mahasiswa yang berhak dan membutuhkan.

Baca Juga :  JCEC Perdana Indonesia-Yunani Buka Peluang Peningkatan Perdagangan dan Investasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

unggahan insatgram @beasiswa.co



Source link