Sabtu 17-10-2026,20:53 WIB
Reporter:
MG – Yuha Ilaiya Nafiah|
Editor:
Jefri Ardi

Tangkapan layar Google Indeks Harga Saham Gabungan Oktober 2026.-IHSG-Google
RADARTVNEWS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam yang mengguncang pasar modal Indonesia. Pelemahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen negatif global, ketidakpastian ekonomi, hingga persoalan transparansi dan tata kelola pasar saham domestik.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026) kemarin, IHSG ditutup di level 5.185 atau melemah sebesar 11,57 persen. Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah perdagangan saham Indonesia. Kondisi ini turut memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Salah satu pemicu utama tekanan pasar adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.
Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, serta tata kelola pasar modal. Apabila penurunan status benar-benar terjadi, saham Indonesia berpotensi kehilangan sebagian daya tariknya bagi investor global.
Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai praktik perdagangan terkoordinasi yang dapat menyebabkan distorsi harga saham. Ketidakpastian mengenai pembentukan harga dan pengawasan pasar turut memengaruhi tingkat kepercayaan investor.
Tidak hanya persoalan domestik, sejumlah faktor eksternal juga dapat memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. Berikut beberapa penyebab yang memengaruhi pelemahan pasar saham.
BACA JUGA:IHSG Anjlok 3,28 Persen Sepekan, Investor Asing Masih Jual Saham
1. Ketegangan Geopolitik Global
Konflik antarnegara dan meningkatnya ketegangan geopolitik dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi dunia. Situasi tersebut mendorong investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modal, khususnya pada pasar saham negara berkembang.
2. Kebijakan Suku Bunga
Perubahan suku bunga yang ditetapkan bank sentral, terutama The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia, dapat memengaruhi pergerakan pasar saham. Suku bunga tinggi membuat instrumen investasi berbasis bunga menjadi lebih menarik sehingga sebagian investor berpotensi mengalihkan dananya dari saham.
3. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat dapat memberikan tekanan kepada perusahaan yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing. Biaya impor dan pembayaran utang juga berpotensi meningkat sehingga memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
4. Arus Modal Asing Keluar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












