Minggu 18-10-2026,22:22 WIB
Reporter:
MG – Najwa Santi Femida |
Editor:
Jefri Ardi

Kondisi langit Singapura yang terdampak oleh asap karhutla.–cnnindonesia
RADARTVNEWS.COM – Badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), menyebut kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sebagai salah satu kabut asap lintas batas terburuk di Asia Tenggara. Asap itu juga mengganggu negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Direktur Regional WMO untuk Asia dan Pasifik, Ben Churchill dalam wawancara dengan media Singapura Straits Times, (17/10), menilai kondisi ini merupakan kasus terburuk yang pernah terjadi. Ia memperkirakan kabut asap masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Churchill, meski Indonesia sudah mengerahkan personel, rekayasa cuasa, hingga teknologi pemadaman, karhutla baru bisa padam sepenuhnya jika turun hujan deras dengan durasi lama.
Ia menyarankan negara ASEAN bekerja sama dalam menangani karhutla. Kerja sama itu bisa berupa peralatan, helikopter, pesawat pemadam, serta petugas terlatih saat satu negara kekurangan sumber daya.
Churchill juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan dapat terjadi di negara mana pun, terutama karena pemanasan global dan El Nino.
Karena itu, ia menilai penanganan bersama melalui teknologi, pengalaman, dan bantuan ahli cuaca lebih efektif daripada menghadapinya sendiri.
Pemerintah Indonesia telah menyatakan siap menerima bantuan dari negara tetangga.
Sementara itu, kualitas udara di Singapura sempat mencapai level tertinggi sejak 2015, dan Sarawak di Malaysia pernah masuk kategori bahaya akibat kabut asap.
BACA JUGA:Malaysia Dorong ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia soal Karhutla
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












