Senin 19-10-2026,11:49 WIB
Reporter:
MG – Revina Yuliani |
Editor:
Jefri Ardi

Mike Satterlee, remaja asal Amerika Serikat, sukses membangun bisnis produk cetak tiga dimensi –Detikinet
RADARTVNEWS.COM – Kisah sukses anak muda di dunia bisnis kembali menarik perhatian. Mike Satterlee, remaja berusia 19 tahun asal Clifton Park, New York, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan usaha berbasis teknologi cetak tiga dimensi atau 3D printing hingga menghasilkan pendapatan kotor sebesar USD 808.000 atau sekitar Rp14,5 miliar sepanjang 2025.
Perjalanan Satterlee dalam dunia usaha dimulai ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada September 2022, ia membeli mesin cetak 3D pertamanya seharga sekitar USD 500 atau setara Rp9 juta. Modal tersebut berasal dari tabungan dan hasil usaha yang sebelumnya ia jalankan.
Pada Juni 2023, Satterlee meluncurkan bisnis pertamanya bernama Solefully. Usaha tersebut berfokus pada pembuatan aksesori dekoratif untuk sepatu Crocs dan berhasil mencatat penjualan sekitar USD 250.000 pada 2024.
Peluang baru kemudian muncul ketika ia mengembangkan CruiseCup, bisnis yang memproduksi aksesori minuman dengan desain unik. Salah satu produknya berupa wadah yang dapat menampung dua kaleng minuman sekaligus.
Produk tersebut semakin dikenal setelah dipromosikan melalui Instagram pada Agustus 2025. Meningkatnya minat konsumen membuat Satterlee harus memperbesar kapasitas produksinya.
Jika sebelumnya ia hanya mengandalkan sekitar 60 mesin cetak, kini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 160 mesin yang dioperasikan di gudangnya.
Meski bisnisnya menghasilkan pendapatan miliaran rupiah, Satterlee tidak menggunakan seluruh uang tersebut untuk kebutuhan pribadi. Ia hanya mengambil sekitar USD 500 hingga USD 1.500 per bulan, sedangkan sebagian besar dana dialokasikan kembali untuk membeli mesin, promosi, dan mengembangkan produk.
Satterlee juga memilih tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar dapat berfokus mengelola usahanya. Ke depan, ia berencana memperluas pilihan produk serta menjangkau pasar yang lebih luas melalui penjualan di toko ritel.
Kisah Satterlee menunjukkan bahwa kreativitas, penguasaan teknologi, dan pemanfaatan media sosial dapat menjadi modal untuk membangun bisnis sejak usia muda.
BACA JUGA:Tradisi Hodo Jadi Project Film Mahasiswa Universitas Jember
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
detikinet












