Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Bukan Sekadar Memanjangkan Otot, Peregangan Bantu Tingkatkan Fleksibilitas Tubuh

×

Bukan Sekadar Memanjangkan Otot, Peregangan Bantu Tingkatkan Fleksibilitas Tubuh

Share this article


Bukan Sekadar Memanjangkan Otot, Peregangan Bantu Tingkatkan Fleksibilitas Tubuh




Peregangan atau stretching-Ilustrasi (Magnific)-Magnific

RADARTVNEWS.COM – Peregangan atau stretching sering dianggap sebagai cara untuk memperpanjang otot karena mampu membuat tubuh bergerak lebih leluasa. Namun, para ahli terapi fisik menjelaskan bahwa peningkatan fleksibilitas tidak selalu disebabkan oleh perubahan panjang otot secara fisik.

Peregangan teratur membantu menjaga fleksibilitas, meningkatkan mobilitas, dan memperluas jangkauan gerak atau range of motion. Meski demikian, peningkatan kemampuan tersebut juga berkaitan dengan respons sistem saraf terhadap ketegangan saat tubuh melakukan peregangan.

Doktor Terapi Fisik Alex McRobbie menjelaskan bahwa sistem saraf dapat menjadi lebih toleran terhadap sensasi regangan ketika seseorang rutin melakukan latihan tersebut. Kondisi ini memungkinkan tubuh bergerak lebih jauh tanpa merasakan ketegangan yang sama seperti sebelumnya.

Baca Juga :  BIGBANG, ENHYPEN, CORTIS Siap Meriahkan MAMA Awards 2026, Ini Daftar Lineup Terbarunya

Dokter Terapi Fisik Kaylee LeCavalier menambahkan, peningkatan jangkauan gerak juga dipengaruhi oleh cara sistem saraf mempersepsikan dan merespons peregangan, bukan hanya perubahan fisik pada otot.

Peregangan Statis dan Dinamis Memiliki Fungsi Berbeda

Peregangan secara umum terbagi menjadi dua jenis, yakni peregangan statis dan dinamis. Keduanya memiliki cara pelaksanaan dan waktu penggunaan yang berbeda dalam rutinitas olahraga.

Peregangan statis dilakukan dengan menahan posisi tertentu selama beberapa detik untuk memberikan regangan pada otot. Sementara itu, peregangan dinamis melibatkan gerakan aktif melalui jangkauan gerak tubuh, seperti ayunan kaki, walking lunges, dan putaran lengan.

Baca Juga :  Gaji PNS Bakal Dibayar Lewat Koperasi? Mekanisme dan Kepastian Pelaksanaan Masih Ditunggu

Terapis fisik bersertifikat Dhara Shah menyarankan peregangan dinamis dilakukan sebelum berolahraga, sedangkan peregangan statis lebih sesuai dilakukan setelah latihan.

Peregangan statis sebelum olahraga tetap dapat dilakukan dalam kondisi tertentu. Namun, menahan regangan lebih dari 60 detik dapat mengurangi performa sementara, termasuk kekuatan maksimal, kemampuan angkat beban, daya tahan, dan kecepatan.

Panduan Melakukan Peregangan dengan Benar

Para ahli menyarankan peregangan dilakukan dua hingga tiga kali seminggu, baik setelah berolahraga maupun sebagai latihan tersendiri. Sebelum memulai, lakukan pemanasan singkat, seperti berjalan cepat selama beberapa menit.

Baca Juga :  Greta Thunberg Serukan Bantuan Internasional Asap Karhutla di Kalimantan

Untuk peregangan statis, setiap gerakan dapat ditahan selama 15–30 detik dan diulang dua hingga tiga kali pada setiap sisi tubuh.

Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain:

Supine Hamstring Stretch: Berbaring telentang, kemudian tarik satu kaki ke arah dada sambil memegang bagian belakang paha atau menggunakan tali. Luruskan lutut perlahan hingga terasa regangan nyaman pada paha belakang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

mediaindonesia.com



Source link