Selasa 20-10-2026,20:25 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

Lampung Catat Suhu Tertinggi 38,2 Derajat, BMKG Soroti Ancaman Kekeringan-Ilustrasi (Magnific)-Magnific
RADARTVNEWS.COM – Suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia mencapai lebih dari 37 derajat Celsius pada pertengahan Oktober 2026. Lampung tercatat mengalami suhu tertinggi, yakni 38,2 derajat Celsius, di tengah kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) Positif.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tinggi tersebut tercatat pada periode 12–13 Oktober 2026. Minimnya tutupan awan membuat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal sehingga meningkatkan suhu udara di sejumlah daerah.
Selain Lampung, suhu tinggi juga tercatat di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing mencapai 37,8 derajat Celsius. Papua Selatan dan Kalimantan Selatan mencatat suhu hingga 37,4 derajat Celsius.
El Nino dan IOD Positif Picu Kondisi Kering
BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 pada awal Oktober mencapai angka positif 3,33 derajat Celsius. Sementara itu, indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) periode Agustus–September–Oktober tercatat positif 3,08.
Pada waktu yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian berada di angka positif 0,703. Kombinasi kedua fenomena tersebut dapat mengurangi potensi pembentukan awan hujan sehingga sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kondisi lebih kering.
Dampak kondisi tersebut juga terlihat dari jumlah titik panas atau hotspot yang teridentifikasi BMKG. Secara keseluruhan, tercatat 1.297 titik panas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sumatera menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 505 titik, disusul Kalimantan sebanyak 346 titik. Papua dan Maluku mencatat 330 titik, Sulawesi 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, serta Jawa 12 titik.
Kondisi kering dengan periode tanpa hujan yang panjang meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan.
Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Terlambat
BMKG memperkirakan musim hujan 2026/2027 di Indonesia akan datang lebih lambat dibandingkan rata-rata klimatologis. Durasi musim hujan juga diprediksi lebih singkat akibat kombinasi fenomena El Nino dan IOD Positif yang memperpanjang periode kekeringan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan prediksi tersebut dalam konferensi pers daring bertajuk “Prediksi Musim Hujan” pada Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, kedua fenomena yang terjadi bersamaan dapat memperparah kondisi kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan berlangsung lebih singkat.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Desember, Januari, dan Februari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
cnn indonesia












