Rabu 21-10-2026,19:05 WIB
Reporter:
MG – Kathina Octavia|
Editor:
Jefri Ardi

Himbauan Kesehatan-generated image -Chat GPT
LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Menyayangi hewan perlu berjalan bersama pengetahuan untuk menjaga keselamatan. Bagi anak dan keluarga, mengenali risiko rabies serta memahami tindakan setelah gigitan merupakan bagian penting dari kedekatan dengan hewan.
Upaya edukasi itu menjadi perhatian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung. Dalam publikasi resminya, dinas mencantumkan kegiatan edukasi penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia atau zoonosis, dengan fokus pencegahan rabies, di Sekolah Alam Lampung pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi pintu masuk untuk membicarakan persoalan yang dekat dengan keseharian keluarga: bagaimana tetap menyayangi hewan tanpa mengabaikan risiko kesehatan.
Pengetahuan pencegahan tidak hanya menyangkut cara menjaga hewan peliharaan, tetapi juga keputusan yang harus segera diambil ketika terjadi gigitan atau cakaran dari hewan yang berpotensi menularkan rabies. Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya pencucian luka sesegera mungkin dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Setelah Gigitan, Jangan Berhenti pada Membersihkan Luka
Dalam penjelasan resmi Kementerian Kesehatan yang diterbitkan pada 4 Maret 2019, dr. Siti Nadia Tarmizi, yang saat itu menjabat Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, menjelaskan pentingnya pertolongan awal setelah paparan hewan penular rabies.
“Pencucian luka gigitan dengan menggunakan air dan sabun selama kurang lebih 15 menit,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari publikasi Kementerian Kesehatan tersebut.
Panduan Kementerian Kesehatan menyebutkan, luka gigitan atau cakaran hewan penular rabies harus segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian diberikan antiseptik. Setelah itu, korban perlu segera menuju puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Artinya, mencuci luka merupakan pertolongan awal, bukan pengganti pemeriksaan medis. Pemberian vaksin antirabies maupun serum antirabies ditentukan berdasarkan indikasi dan penilaian tenaga kesehatan.
Bagi orang tua dan pendamping anak, panduan ini memberikan langkah konkret ketika terjadi paparan: segera tangani luka dan cari pertolongan medis, bukan menunggu munculnya keluhan.
BACA JUGA:Tak Hanya Rabies, Ini Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Manusia
Pencegahan Juga Dimulai dari Perawatan Hewan
Pesan pencegahan rabies tidak berarti masyarakat harus menjauhi seluruh hewan. Kementerian Kesehatan justru menempatkan kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari perlindungan manusia.
Dalam panduan pencegahannya, Kementerian Kesehatan mengingatkan pemilik agar memastikan hewan peliharaan yang termasuk hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera tetap sehat serta mendapatkan vaksinasi secara rutin.
Dengan demikian, tanggung jawab pencegahan tidak hanya berada pada anak. Orang dewasa juga berperan dalam menjaga kesehatan hewan, mendampingi anak, dan memastikan pertolongan segera diberikan apabila terjadi gigitan atau cakaran.
Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kematian akibat rabies dapat dicegah melalui penanganan paparan yang tepat dan sesegera mungkin, termasuk pencucian luka serta pemberian vaksin atau serum antirabies sesuai indikasi.
Edukasi Bukan Berarti Ada Kasus di Sekolah
Informasi kegiatan di Sekolah Alam Lampung perlu ditempatkan sebagai upaya edukasi pencegahan. Publikasi yang ditemukan menyebut fokus kegiatan dan tanggal pelaksanaannya, bukan laporan adanya kasus rabies di lingkungan sekolah.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penularan di sekolah atau peningkatan kasus rabies di Lampung.
Nilai penting edukasi ini terletak pada kesiapan keluarga menghadapi risiko. Menyayangi hewan dan melindungi anak bukan dua kepentingan yang bertentangan. Keduanya dapat berjalan bersama melalui perawatan hewan yang bertanggung jawab, pengetahuan pencegahan, serta tindakan cepat ketika terjadi paparan.
BACA JUGA:Pentingnya Vaksin Rabies pada Kucing, Ini Penjelasannya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
kementerian kesehatan












