Sabtu 24-10-2026,13:36 WIB
Reporter:
MG – Neza Indira Ajeng Pratiwi|
Editor:
Jefri Ardi

ilustrasi orang kebingungan–pinterest
RADARTVNEWS.COM — Pernah berjalan menuju kamar untuk mengambil sesuatu, tetapi sesampainya di sana justru lupa apa yang ingin dilakukan? Situasi sederhana ini mungkin pernah dialami banyak orang. Meski terkesan sepele, kebiasaan lupa sesaat setelah berpindah ruangan memiliki penjelasan dalam psikologi kognitif yang dikenal sebagai doorway effect.
Fenomena ini menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan mengingat informasi atau tujuan yang sebelumnya masih ada dalam pikirannya setelah melewati pintu atau berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain.
Misalnya, seseorang yang sedang duduk di ruang tamu tiba-tiba teringat ingin mengambil pengisi daya ponsel di kamar. Namun, ketika sampai di kamar, ia justru lupa tujuan awalnya dan harus berhenti sejenak untuk mengingat kembali.
Fenomena doorway effect berkaitan dengan cara otak mengatur informasi berdasarkan konteks dan pengalaman yang sedang berlangsung. Ketika seseorang berpindah ruangan, perubahan lingkungan dapat menjadi penanda bahwa satu peristiwa telah berakhir dan peristiwa lainnya dimulai.
Perubahan konteks tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengakses ingatan. Otak membentuk gambaran mental mengenai situasi yang sedang dihadapi, sehingga informasi dari situasi sebelumnya terkadang menjadi lebih sulit diingat.
Meski kerap membuat bingung, lupa sesaat setelah masuk ruangan tidak serta-merta menandakan seseorang mengalami gangguan daya ingat. Fenomena ini dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari dan berkaitan dengan cara otak memproses informasi.
Selain perubahan konteks, perhatian yang terbagi, stres, kelelahan, dan kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan informasi yang sedang dipikirkan.
Karena itu, penting untuk tidak langsung menganggap setiap kejadian lupa sebagai doorway effect. Apabila masalah ingatan semakin sering terjadi, sulit diatasi, atau disertai gejala lain, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dicoba untuk membantu mempertahankan tujuan ketika berpindah tempat. Salah satunya adalah mengulang tujuan dalam hati sebelum berjalan, misalnya dengan mengatakan, “Saya mau mengambil piring di dapur.”
Menjaga perhatian tetap terarah pada tujuan awal dan mengurangi gangguan selama berpindah tempat juga dapat membantu seseorang mengingat hal yang hendak dilakukan.
Jika terlanjur lupa, seseorang dapat berhenti sejenak untuk mengingat kembali atau kembali ke tempat sebelumnya. Perubahan konteks yang menyerupai situasi awal terkadang dapat membantu memunculkan ingatan yang sempat sulit diakses.
Pada akhirnya, pengalaman masuk ruangan lalu lupa hendak melakukan sesuatu menunjukkan bahwa ingatan manusia tidak hanya berkaitan dengan informasi yang disimpan, tetapi juga konteks dan perhatian. Meski umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan jika terjadi sesekali, perubahan pola ingatan yang menetap tetap perlu diperhatikan.
BACA JUGA:Sering Lupa Nama, tetapi Ingat Wajah? Ini Penjelasan dari Sisi Psikologi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
klikdokter.com












