Sabtu 24-10-2026,13:16 WIB
Reporter:
MG – Rahma Chaliva Chairunisa|
Editor:
Jefri Ardi

Apa saja faktor yang menyebabkan seseorang terus merasa lapar meski sudah makan? Kenali berbagai kemungkinan penyebabnya–
RADARTVNEWS.COM – Rasa lapar merupakan sinyal alami tubuh yang menandakan kebutuhan energi.
Namun, jika perut terus terasa lapar meski sudah makan, kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga kebiasaan sehari-hari.
Dalam istilah medis, rasa lapar berlebihan disebut polifagia (polyphagia).
Kondisi ini bisa berkaitan dengan pola hidup maupun masalah kesehatan tertentu.
Rasa lapar yang muncul terus-menerus perlu diperhatikan, terutama jika disertai gejala lain, seperti berat badan menurun tanpa alasan yang jelas, sering buang air kecil, atau rasa haus yang meningkat.
Dilansir dari KlikPositif, terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu rasa lapar berlebihan. Berikut lima di antaranya.
1. Diabetes
Rasa lapar yang meningkat dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan produksi insulin atau kemampuan tubuh dalam menggunakan hormon tersebut untuk mengatur kadar gula darah.
Ketika insulin tidak bekerja secara optimal, glukosa sulit dimanfaatkan oleh sel tubuh sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh dapat memberikan sinyal lapar meskipun kadar gula dalam darah sebenarnya tinggi.
Pada penderita diabetes tipe 1, kondisi ini terkadang disertai penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.
Gejala lain yang perlu diperhatikan meliputi sering buang air kecil, mudah haus, tubuh terasa lelah, pandangan kabur, serta luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Jika keluhan tersebut muncul bersamaan, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
2. Kadar Gula Darah Rendah
Hipoglikemia merupakan kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal. Kondisi ini dapat memicu rasa lapar karena tubuh membutuhkan glukosa untuk menjalankan berbagai fungsi penting.
Hipoglikemia kerap terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat tertentu untuk menurunkan gula darah. Meski demikian, kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh faktor medis lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
klikpositif.com












