Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Sejarah Lipstik, dari Campuran Timah Putih dan Batu hingga Menjadi Produk Kecantikan Modern

×

Sejarah Lipstik, dari Campuran Timah Putih dan Batu hingga Menjadi Produk Kecantikan Modern

Share this article


Sejarah Lipstik, dari Campuran Timah Putih dan Batu hingga Menjadi Produk Kecantikan Modern




Lipstik sudah ada saat peradaban kuno. -https://pin.it/1bqTyBbRg-Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Lipstik menjadi salah satu produk kosmetik yang banyak digunakan untuk menunjang penampilan. Namun, di balik popularitasnya saat ini, pewarna bibir ternyata memiliki sejarah panjang yang telah dimulai sejak ribuan tahun lalu. Menariknya, bahan yang digunakan pada masa awal pembuatannya sangat berbeda dengan produk Lipstik modern.

Lipstik bukanlah produk kecantikan yang baru dikenal masyarakat. Berdasarkan catatan sejarah, penggunaannya sudah ditemukan sejak peradaban kuno. Pada awal kemunculannya, pewarna bibir bahkan tidak hanya digunakan untuk mempercantik penampilan, tetapi juga menjadi penanda status sosial seseorang.

Bangsa Sumeria dikenal sebagai salah satu peradaban pertama yang menggunakan pewarna bibir. Sekitar 2.600-2.500 Sebelum Masehi (SM), Ratu Shub-Ad atau Pu-Abi dari Mesopotamia selatan diketahui menggunakan campuran timah putih dan batuan merah untuk mewarnai bibirnya.

Baca Juga :  KMP Batumandi Terbakar Jelang Sandar, Seberapa Siap Sistem Keselamatan Penyeberangan Merak-Bakauheni?

Selain menggunakan kedua bahan tersebut, perempuan di Mesopotamia juga memanfaatkan batu permata yang ditumbuk hingga halus sebagai bagian dari riasan bibir. Penggunaan pewarna bibir pada masa itu mencerminkan kekayaan sekaligus kedudukan sosial.

Perkembangan berikutnya terjadi sekitar 50 SM di Mesir. Pewarna merah bernama carmine mulai dikenal dan dikaitkan dengan Cleopatra. Bahan tersebut berasal dari ekstrak kumbang cochineal yang diolah menjadi bubuk pewarna merah. Carmine kemudian menjadi salah satu bahan yang dikenal karena menghasilkan warna merah pekat.

Sementara itu, pada periode 150-31 SM, perempuan Romawi menggunakan campuran oker, bijih besi, dan fucus atau sejenis alga cokelat untuk menghasilkan warna merah hingga keunguan. Salah satu tokoh yang dikenal memperhatikan penampilan bibirnya adalah Poppaea Sabina, permaisuri Kaisar Nero.

Memasuki abad ke-10, perkembangan lipstik semakin terlihat melalui inovasi Abu Al-Qassim Al-Zahrawi atau Abulcassis. Ia memperkenalkan lipstik berbentuk padat menggunakan zat berminyak bernama Adhan. Temuannya tercatat dalam ensiklopedia pengobatan Al-Tasreef yang terdiri dari 30 volume.

Baca Juga :  Seluruh Penumpang KMP Batumandi Selamat, Kendaraan yang Diangkut Hangus Terbakar

BACA JUGA:4 Bahan Alami untuk Scrub Bibir, Begini Cara Menggunakannya dengan Tepat

Pada abad ke-17, Ratu Elizabeth I turut mempopulerkan penggunaan lipstik merah. Produk yang digunakan dibuat dari campuran lilin lebah dan tanaman merah. Tren tersebut kemudian berkembang di kalangan perempuan kelas atas dan pemain teater.

Perubahan besar terjadi pada 1880-an ketika aktris Amerika Serikat, Sarah Bernhardt, mulai menggunakan lipstik di depan publik dengan bantuan kuas. Pada 1884, perusahaan kosmetik Prancis Guerlin mulai memproduksi lipstik secara komersial sehingga penggunaannya semakin dikenal masyarakat luas.

Menjelang akhir abad ke-19, Sears, Roebuck & Co. di Amerika Serikat turut memasarkan lipstik melalui katalog khusus. Produk tersebut menggunakan bahan seperti lemak rusa, minyak jarak, dan lilin lebah. Kemasan yang digunakan berupa kertas sutra, tabung kertas, hingga pot kecil.

Baca Juga :  Jepang Sulap Sisa Potongan Mi Udon Jadi Bir, Inovasi Kuliner untuk Kurangi Limbah

Inovasi kemudian berlanjut pada 1915 melalui Maurice Levy dari perusahaan Scovil di Amerika Serikat. Ia menciptakan wadah lipstik berbentuk silinder berbahan logam dengan tuas kecil yang dikenal sebagai Tabung Levy.

Pada 1923, James Bruce Mason Jr. memperoleh paten untuk desain tabung silinder putar. Mekanisme tersebut memungkinkan batang lipstik naik dan turun dengan memutar bagian kemasannya. Desain ini menjadi dasar bentuk lipstik modern.

Memasuki 2014-2015, lipstik matte kembali menjadi tren kecantikan. Seiring perkembangan industri kosmetik, lipstik kini hadir dalam beragam warna, tekstur, dan bentuk, mulai dari lipstik padat, lip cream, hingga krayon.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link