Jumat 16-10-2026,11:38 WIB
Reporter:
MG – Rahma Chaliva Chairunisa|
Editor:
Jefri Ardi

Malaysia mendorong negara-negara ASEAN menyampaikan protes diplomatik kepada Indonesia terkait dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).–
RADARTVNEWS.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan negara tetangga.
Dampaknya yang meluas hingga Malaysia mendorong anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, meminta pemerintahnya mengambil langkah diplomasi yang lebih tegas bersama negara-negara ASEAN.
Dalam rapat parlemen pada Selasa (13/10/2026), Syed Saddiq tampak marah saat mengurai soal dampak asap karhutla bagi negara Malaysia.
Syed Saddiq menilai persoalan kabut asap lintas negara tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau tidak ada tindakan yang tegas, percaya lah isu ini akan terus-terusan. Tidak peduli siapa pun perdana menteri, tak peduli siapapun pemerintahannya,” ungkap Syed Saddiq.
Syed mendorong negara-negara ASEAN untuk menyampaikan nota diplomatik kepada Indonesia sebagai bentuk keberatan atas dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BACA JUGA:Dampak Kabut Asap Indonesia, Malaysia Diperkirakan Rugi Rp5,8 Triliun Setiap Bulan
Ia secara khusus mengajak negara tetangga yang turut terdampak, seperti Singapura, untuk bersama-sama menyuarakan protes melalui jalur diplomatik.
Menurut Syed, langkah tersebut diperlukan agar keberatan terhadap persoalan kabut asap tidak hanya disampaikan oleh Malaysia, tetapi menjadi sikap bersama negara-negara ASEAN yang merasakan dampaknya.
“Kita perlu mengirim nota diplomatik yang tegas (menyatakan) bahwa Malaysia keberatan dan bukan hanya Malaysia yang keberatan, persoalan ini harus disetujui bersama oleh ASEAN terutama negara-negara tetangga yang juga kena dampaknya seperti Singapura,” ujar Syed.
Selain itu, langkah yang diusulkan Syed adalah menghentikan aliran pembiayaan bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, tindakan tersebut diperlukan untuk mendorong pertanggungjawaban perusahaan sekaligus mencegah terulangnya bencana serupa.
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan asal Malaysia tidak boleh luput dari sanksi apabila terbukti berkontribusi terhadap pencemaran akibat karhutla.
Dampak kabut asap, menurut Syed Saddiq, tidak hanya terbatas pada kesehatan masyarakat dan sektor pariwisata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
instagram @rmol.id












