Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Sempat Loncat Tinggi, Harga Beras di Jepang Kini Turun di Bawah Rp 342 Ribu per 5 Kg

×

Sempat Loncat Tinggi, Harga Beras di Jepang Kini Turun di Bawah Rp 342 Ribu per 5 Kg

Share this article


Sempat Loncat Tinggi, Harga Beras di Jepang Kini Turun di Bawah Rp 342 Ribu per 5 Kg




Setelah sempat melambung tinggi, harga beras di Jepang dilaporkan mulai mengalami penurunan hingga berada di bawah 3.000 yen atau setara Rp 342.000 per kemasan 5 kilogram pada Jumat (16/10/2026)–Kumparan.com

RADARTVNEWS.COM – Tren lonjakan harga komoditas pangan pokok di Jepang akhirnya mulai melandai. Berdasarkan laporan perkembangan pasar pada Jumat (16/10/2026), harga beras yang sempat melonjak tajam kini tercatat merosot ke level di bawah 3.000 yen atau sekitar Rp 342.000 untuk ukuran kemasan 5 kilogram.  

Baca Juga :  Hasil Liga Champions 2026/2027: PSG Hancurkan Man City, Real Madrid Comeback Dramatis atas Roma.

Penurunan harga komoditas utama masyarakat Jepang ini dipicu oleh masuknya musim panen raya serta melimpahnya ketersediaan pasokan beras segar di berbagai jaringan ritel dan pasar swalayan. Kondisi surplus pasokan ini memberikan angin segar bagi para konsumen yang sebelumnya mengeluhkan tingginya biaya hidup.  

Kendati penurunan harga ini disambut positif oleh masyarakat luas, kondisi surplus pasokan beras tersebut rupanya memicu tantangan tersendiri bagi jajaran pemerintahan. Menteri Pertanian Jepang yang baru kini dihadapkan pada desakan ketat dari kelompok petani agar segera mengambil tindakan pembatasan stok pasar.  

Baca Juga :  Gaji PNS Bakal Dibayar Lewat Koperasi? Mekanisme dan Kepastian Pelaksanaan Masih Ditunggu

Para produsen lokal khawatir jika melimpahnya stok pasar tidak dikendalikan, harga pasaran akan terus merosot drastis hingga merugikan pendapatan para petani beras di wilayah pedesaan.  

“Langkah intervensi dan pengelolaan cadangan beras nasional sangat dibutuhkan guna menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen sekaligus menjamin keberlangsungan usaha para petani lokal,” ungkap perwakilan asosiasi pertanian setempat.  

Kondisi dinamika pasar pangan di Jepang ini menuntut pemerintah untuk bergerak cepat dalam memformulasikan kebijakan stabilisasi harga yang berimbang bagi seluruh pihak.  

Baca Juga :  Fakta Unik Gurita yang Memiliki Tiga Jantung dan Darah Berwarna Biru

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya tata kelola rantai pasok pangan strategis serta peran regulasi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan kesejahteraan produsen lokal.  

BACA JUGA:Malaysia Dorong ASEAN Layangkan Protes Diplomatik ke Indonesia soal Karhutla

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kumparan.com



Source link