Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

IHSG Anjlok Tajam, Kenali Faktor dan Penyebab yang Memicu Penurunan

×

IHSG Anjlok Tajam, Kenali Faktor dan Penyebab yang Memicu Penurunan

Share this article


IHSG Anjlok Tajam, Kenali Faktor dan Penyebab yang Memicu Penurunan




Tangkapan layar Google Indeks Harga Saham Gabungan Oktober 2026.-IHSG-Google

RADARTVNEWS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam yang mengguncang pasar modal Indonesia. Pelemahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen negatif global, ketidakpastian ekonomi, hingga persoalan transparansi dan tata kelola pasar saham domestik.

Pada perdagangan Jumat (16/10/2026) kemarin, IHSG ditutup di level 5.185 atau melemah sebesar 11,57 persen. Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah perdagangan saham Indonesia. Kondisi ini turut memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Baca Juga :  Pisang Jadi Buah Terbanyak di Pesawaran, Ternyata Bisa Diolah Jadi Camilan hingga Menu Sehat

Salah satu pemicu utama tekanan pasar adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, serta tata kelola pasar modal. Apabila penurunan status benar-benar terjadi, saham Indonesia berpotensi kehilangan sebagian daya tariknya bagi investor global.

Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai praktik perdagangan terkoordinasi yang dapat menyebabkan distorsi harga saham. Ketidakpastian mengenai pembentukan harga dan pengawasan pasar turut memengaruhi tingkat kepercayaan investor.

Baca Juga :  PP Pelti Proses Naturalisasi Petenis Muda Rusia Arina Varaksina untuk SEA Games 2027

Tidak hanya persoalan domestik, sejumlah faktor eksternal juga dapat memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. Berikut beberapa penyebab yang memengaruhi pelemahan pasar saham.

BACA JUGA:IHSG Anjlok 3,28 Persen Sepekan, Investor Asing Masih Jual Saham

1. Ketegangan Geopolitik Global

Konflik antarnegara dan meningkatnya ketegangan geopolitik dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi dunia. Situasi tersebut mendorong investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modal, khususnya pada pasar saham negara berkembang.

2. Kebijakan Suku Bunga

Perubahan suku bunga yang ditetapkan bank sentral, terutama The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia, dapat memengaruhi pergerakan pasar saham. Suku bunga tinggi membuat instrumen investasi berbasis bunga menjadi lebih menarik sehingga sebagian investor berpotensi mengalihkan dananya dari saham.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian 16 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,604 Juta per Gram

3. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat dapat memberikan tekanan kepada perusahaan yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing. Biaya impor dan pembayaran utang juga berpotensi meningkat sehingga memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

4. Arus Modal Asing Keluar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link