Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

MUI Desak Pemerintah Tuntaskan Karhutla, Serukan Taubat Nasuha

×

MUI Desak Pemerintah Tuntaskan Karhutla, Serukan Taubat Nasuha

Share this article


MUI Desak Pemerintah Tuntaskan Karhutla, Serukan Taubat Nasuha




—

RADARTVNEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Selain meminta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, MUI mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah nyata dan pendekatan spiritual.

Desakan tersebut disampaikan melalui tausiyah MUI mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan yang diterbitkan pada Minggu, 18 Oktober 2026. MUI menilai karhutla menjadi persoalan serius karena berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kelestarian ekosistem.

Baca Juga :  Rating Tinggi tapi Dikritik, Adegan Medis "Doctor X: Mafia in White" Dinilai Kurang Akurat dan Konsultan Medis

MUI juga meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta para relawan. Pengerahan sumber daya secara optimal dinilai penting untuk mempercepat pemadaman api sekaligus mencegah munculnya titik kebakaran baru.

Di sisi penegakan hukum, MUI mendorong aparat mengusut pelaku pembakaran hutan dan lahan secara menyeluruh, termasuk apabila melibatkan perusahaan. Penindakan diharapkan berjalan secara adil dan transparan agar memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang.

BACA JUGA:Dampak Panjang Asap Karhutla Ancam Kesehatan Mental hingga Masa Depan Anak

Baca Juga :  Polri Ungkap 223 Orang dan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

MUI turut mengingatkan kembali Fatwa Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendaliannya. Pembakaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan keselamatan manusia bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.

Selain penanganan di lapangan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kabut asap, serta menghindari kawasan dengan tingkat paparan asap tinggi. Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.

Sebagai ikhtiar spiritual, MUI mengajak umat Islam melaksanakan salat Istisqa, memperbanyak istigfar, membaca Qunut Nazilah, dan melakukan taubat nasuha. Seruan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Baca Juga :  Viral! Warga Ciamis Arahkan Dedi Mulyadi ke Jalan Rusak, Respons KDM Jadi Sorotan

MUI menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan keselamatan manusia membutuhkan keterlibatan semua pihak. Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman, tetapi juga memerlukan pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum yang konsisten.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link