Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Rating Tinggi tapi Dikritik, Adegan Medis “Doctor X: Mafia in White” Dinilai Kurang Akurat dan Konsultan Medis

×

Rating Tinggi tapi Dikritik, Adegan Medis “Doctor X: Mafia in White” Dinilai Kurang Akurat dan Konsultan Medis

Share this article


Rating Tinggi tapi Dikritik, Adegan Medis




—

RADARTVNEWS.COM – Drama Korea Doctor X: Mafia in White yang dibintangi Kim Ji-won sedang jadi perbincangan. Selain mencatat rating tinggi, serial ini menuai kritik karena sejumlah adegan medisnya dinilai tidak sesuai dengan praktik kedokteran sebenarnya.

Serial SBS yang tayang setiap Jumat dan Sabtu dan juga bisa ditonton lewat Netflix ini meraih rating 11,4 persen pada episode pertama, lalu naik menjadi 14,9 persen pada episode kedua, menurut Nielsen Korea. Drama ini diadaptasi dari serial Jepang Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon dan terdiri dari 12 episode. Ceritanya mengikuti dokter bedah yang membuktikan kemampuannya lewat keterampilan, bukan koneksi, saat berhadapan dengan sistem rumah sakit yang sarat ketidakadilan. Di Netflix, drama ini dilaporkan masuk sepuluh besar di 67 negara.

Baca Juga :  Maruli Simanjuntak Dilantik Sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPP

Menurut pemberitaan, kritik penonton terutama menyoroti beberapa adegan. Pertama, pasien hernia inguinalis tetap dibawa ke operasi darurat padahal kondisinya disebut sudah berhasil ditangani. Kedua, penanganan tim anestesi saat tekanan darah pasien tidak dapat diukur. Ketiga, penggunaan epinefrin serta defibrilasi 300 joule pada pasien henti jantung. Penonton juga mempertanyakan operasi yang melibatkan beberapa dokter spesialis, tetapi keputusan akhirnya ditentukan satu dokter saja.

BACA JUGA:Doctor X Ratu Rating Drakor On Going Pekan Ini, Kim Ji Won Langsung Cetak Rekor

Baca Juga :  Gugur Saat Padamkan Karhutla Bromo, Empat Petugas dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Perdebatan makin ramai setelah Prof. Namgung In, dokter spesialis kedokteran darurat sekaligus penulis, menanggapi di media sosial. Ia mengaku ini pertama kalinya menjadi konsultan medis langsung di lokasi syuting. Saat seorang warganet bertanya apakah ia benar-benar memberi konsultasi, ia membenarkan. Ia juga berseloroh bahwa jika penonton menemukan adegan yang tidak akurat, anggap saja konsultan sempat berdebat dengan tim produksi, tetapi akhirnya kalah. Sebagian warganet tertawa, sebagian lain bersimpati.

Kritik meluas hingga jalur formal. Menurut Financial News, seorang pengguna media sosial yang mengaku dokter bedah ortopedi mengajukan permintaan peninjauan siaran ke lembaga pengawas penyiaran Korea pada 13 Oktober, dengan alasan drama ini dianggap mengubah realitas medis dan menggambarkan tenaga medis. Ia menilai penggambaran itu membuat tenaga kesehatan tampak tidak kompeten dan mengabaikan ketidakpastian dalam tindakan medis. Opini warganet terbelah: sebagian menilai beberapa bagian terlalu berlebihan, sementara yang lain tetap berharap drama ini sukses karena kerja keras seluruh kru.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Bogor, BMKG Catat Kedalaman 5 Kilometer

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

medcom



Source link