Senin 19-10-2026,15:57 WIB
Reporter:
MG – Revina Yuliani |
Editor:
Jefri Ardi

Gelombang aksi unjuk rasa bertajuk “Revolusi Flamingo” yang dipimpin ribuan mahasiswa di Tirana, Albania.–Kumparan.com
RADARTVNEWS.COM – Eskalasi ketegangan politik dan sosial melanda wilayah Tirana, Albania. Aksi unjuk rasa skala besar bertajuk “Revolusi Flamingo” yang digerakkan oleh ribuan mahasiswa berujung kerusuhan hebat pada Sabtu (17/10/2026).
Kericuhan tersebut memicu aksi pembakaran sejumlah gedung vital milik pemerintah serta berbagai fasilitas umum di pusat kota.
Gelombang protes yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut ini dipicu oleh kemarahan publik terkait isu korupsi dan sektor pendidikan. Massa demonstran secara tegas menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama atas dugaan skandal korupsi, buruknya kualitas sistem pendidikan nasional, serta melambungnya biaya kuliah yang membebani para mahasiswa.
Situasi di lapangan kian memanas ketika amukan massa mulai tak terkendali. Para demonstran melemparkan lemparan batu serta bom molotov ke arah bangunan-bangunan penting. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran pada kantor Mahkamah Agung, area pintu masuk Bank Albania, hingga gedung Kementerian Pendidikan. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi menyelimuti langit kota dari fasilitas yang terbakar.
Guna membubarkan massa yang memblokir akses jalan protokoler, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas. Petugas merespons situasi gawat tersebut dengan menembakkan gas air mata, menyemprotkan meriam air (water cannon), hingga menembakkan peluru karet untuk pertama kalinya sejak bentrokan pecah.
Bentrokan sengit antara massa dan aparat keamanan tersebut mengakibatkan puluhan demonstran ditangkap, sementara sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.
Peristiwa ini menjadi salah satu gejolak politik terbesar di Albania tahun ini, menyoroti besarnya kekecewaan generasi muda terhadap tata kelola pemerintahan dan stabilitas ekonomi negara.
Kasus kerusuhan ini kembali menegaskan pentingnya keterbukaan dialog antara pemerintah dan mahasiswa guna mencegah eskalasi konflik yang berisiko merusak fasilitas publik serta stabilitas nasional.
BACA JUGA:Singapura Hadapi Polusi Udara Terburuk Sejak 2015, Asap Karhutla Indonesia Jadi Penyebab
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
instagram @tirtoid












