Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Demo 20 Oktober: Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan, Polisi Awasi Jalur Masuk Ibu Kota

×

Demo 20 Oktober: Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan, Polisi Awasi Jalur Masuk Ibu Kota

Share this article


Demo 20 Oktober: Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan, Polisi Awasi Jalur Masuk Ibu Kota




Ilustrasi aksi demo 20 Oktober 2026 di Jakarta.-ChatGPT-AI

JAKARTA, RADARTVNEWS.COM – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menggelar demonstrasi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini, Selasa (20/10/2026). Aksi ini bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Imawan, memastikan kampusnya turun langsung ke jalan di ibu kota.

Menurut Yatalathof, kampus lain dalam aliansi menggelar aksi di daerah masing-masing lebih dulu. Setelah itu, mereka berencana menyusun gerakan besar bersama. Ia menjelaskan, tanggal 20 Oktober dipilih karena menandai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga :  Trailer Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' Resmi Dirilis, Siap Tayang November 2026

“BEM UI akan aksi di Jakarta, untuk tanggal 20 yang lain di daerah masing-masing dulu, baru nanti kami akan buat gerakan besar bersama,” ujar Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Senin (19/10/2026) kemarin. 

Sebelum turun ke jalan, Komite Sadar menjaring keresahan masyarakat lewat survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua.

BACA JUGA:767 Personel Gabungan Amankan Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat

Terdapat lima tuntutan mahasiswa dalam demo dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran hari ini:

  1. Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis ini. 
  2. Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar. 
  3. Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat.
  4. Memberantas maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 
  5. Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang mahal serta memberikan akses yang merata.
Baca Juga :  Wagub Sumsel Prihatin Dua Jurnalis Dianiaya Saat Liputan Aksi Karhutla di Mapolda

Menjelang aksi, aparat memperketat penjagaan di wilayah penyangga Jakarta. Polres Metro Tangerang Kota menempatkan personel di jalan arteri menuju Jakarta, yakni Jalan Gatot Subroto, Jalan Raya Merdeka, dan Jalan Daan Mogot. Mereka juga berjaga di stasiun kereta api.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Gunawan, menyebut petugas mengedepankan pendekatan pelayanan, bukan penyekatan. Artinya, warga tetap bisa bergerak, tetapi situasi dipantau.

“Penempatan personel di beberapa lokasi. Bahasanya tidak menyekat, melainkan pelayanan aksi penyampaian pendapat di muka umum,” kata Gunawan, Senin (19/10/2026) kemarin. 

Baca Juga :  Kembali Maju, Wira & Adi Kurniawan Siap Bawa Ketua PWI dan DK PWI Lampung Lebih Baik Lagi

Pengamanan serupa dilakukan Polresta Tangerang di tiga stasiun dan tiga gerbang tol. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada, mengatakan jajarannya juga menambah patroli agar situasi tetap kondusif.

Polisi turut berkoordinasi dengan dinas pendidikan, sekolah, dan orang tua agar pelajar tidak ikut berangkat ke Jakarta. Polda Banten pun mengimbau siswa SMA, SMK, dan MA tidak mengikuti aksi.

Di Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota menyiagakan 1.300 personel untuk memantau titik kumpul pelajar dan jalur keberangkatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link