Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Wagub Sumsel Prihatin Dua Jurnalis Dianiaya Saat Liputan Aksi Karhutla di Mapolda

×

Wagub Sumsel Prihatin Dua Jurnalis Dianiaya Saat Liputan Aksi Karhutla di Mapolda

Share this article


Wagub Sumsel Prihatin Dua Jurnalis Dianiaya Saat Liputan Aksi Karhutla di Mapolda




Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyampaikan keprihatinan atas dugaan penganiayaan terhadap dua jurnalis saat meliput aksi terkait karhutla di depan Mapolda Sumsel-Foto : Firman Pal TV-

Palembang, RADARTVNEWS.COM – Tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat kembali diwarnai insiden kekerasan. Dua jurnalis yang tengah meliput aksi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan diduga menjadi korban penganiayaan.

Kejadian tersebut menuai keprihatinan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang. Ia menyayangkan adanya penyerangan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Baca Juga :  Suka Anime dengan Visual Cantik? Love Through a Prism Wajib Masuk Watchlist!

Dua jurnalis yang menjadi korban diketahui bernama Mulyadi dari PALTV dan Rahmat Kurniawan Putra dari Tribun Sumsel.

Insiden di depan Mapolda Sumsel itu juga mengakibatkan empat orang lainnya menjadi korban dugaan penganiayaan, terdiri dari tiga mahasiswa dan satu anggota kepolisian. Dengan demikian, total korban yang disebut dalam laporan kejadian tersebut mencapai enam orang.

Cik Ujang menegaskan, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, mulai dari perkembangan pembangunan hingga persoalan yang terjadi di daerah.

“Jurnalis ini untuk memberikan apa yang ada di Sumatera Selatan, untuk menyampaikan kepada masyarakat, mulai dari pembangunan dan lain-lainnya, jadi berita ini sangat dibutuhkan, terutama saat ini sosial media semakin maju,” kata Cik Ujang.

Baca Juga :  Hasil Liga Champions 2026/2027: PSG Hancurkan Man City, Real Madrid Comeback Dramatis atas Roma.

Menurutnya, keberadaan wartawan dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai peristiwa secara profesional. Karena itu, keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan perlu menjadi perhatian bersama.

BACA JUGA:Dua Hari Pencarian, Pria yang Melompat ke Laut di Pelabuhan Bakauheni Ditemukan Selamat

BACA JUGA:Prabowo Tunjuk Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto

Ia berharap insiden tersebut tidak kembali terjadi di Sumatera Selatan.

“Dan saya yakin, media wartawan ini profesional dalam memberikan [informasi]. Pak Wagub prihatin kalau ada penyerangan, dan saya minta jangan sampai terjadi lagi di Sumatera Selatan,” tambah Cik Ujang.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap jurnalis ketika meliput aksi massa maupun peristiwa di ruang publik. Wartawan bertugas mengumpulkan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga keselamatan mereka selama menjalankan tugas menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Baca Juga :  Kualitas Udara Lampung Memburuk, PM2.5 di Bandar Lampung Capai 36,5 µg/m³

Keprihatinan Wagub Sumsel tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa penyampaian aspirasi dan peliputan jurnalistik harus dapat berlangsung tanpa kekerasan.

Hingga informasi dalam laporan ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai penanganan kasus maupun pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link