Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Mesuryak, Tradisi Unik di Bali untuk Mengantar Leluhur dengan Taburan Uang

×

Mesuryak, Tradisi Unik di Bali untuk Mengantar Leluhur dengan Taburan Uang

Share this article


Mesuryak, Tradisi Unik di Bali untuk Mengantar Leluhur dengan Taburan Uang




Warga mengikuti tradisi Mesuryak dengan menangkap uang yang ditaburkan saat perayaan Hari Raya Kuningan di Desa Bongan Gede, Tabanan, Bali.–Google Image

RADARTVNEWS.COM – Indonesia memiliki beragam tradisi yang masih dijaga masyarakat hingga saat ini. Beberapa di antaranya bahkan memiliki cara perayaan yang tidak biasa, tetapi menyimpan makna mendalam bagi masyarakat setempat. Salah satunya adalah tradisi Mesuryak yang dilaksanakan di Desa Adat Bongan Gede, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tradisi ini dikenal melalui kegiatan menaburkan uang ke udara yang kemudian diperebutkan warga. Sekilas, kegiatan tersebut mungkin terlihat seperti permainan atau bentuk hiburan masyarakat. Namun, Mesuryak memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Hindu Bali terhadap leluhur.

Baca Juga :  Take Charge of My Heart Tayang di Netflix, Kisah Cinta Unik Kim Young-kwang dan Chae Soo-bin

Mesuryak berasal dari kata yang bermakna bersorak atau bergembira bersama. Tradisi ini dilaksanakan setiap Hari Raya Kuningan, yakni sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan dalam kalender Hindu Bali.

Bagi masyarakat setempat, Mesuryak merupakan bagian dari rangkaian penghormatan kepada leluhur. Setelah menjalani persembahyangan, warga berkumpul dan melakukan tradisi tersebut dengan suasana penuh kegembiraan.

Bukan Sekadar Berebut Uang

Hal yang membuat Mesuryak menarik adalah penggunaan uang sebagai bagian dari simbol tradisi. Warga menaburkan uang ke udara, sementara masyarakat lainnya berusaha menangkapnya. Kegiatan tersebut berlangsung secara bergantian di lingkungan rumah warga.

Di balik kegiatan itu, terdapat kepercayaan bahwa Hari Raya Kuningan menjadi momen untuk menghormati leluhur yang telah datang mengunjungi keluarga mereka. Melalui Mesuryak, masyarakat mengantarkan kembali leluhur menuju alamnya dengan harapan dan doa.

Baca Juga :  Cara Membedakan Sepatu Kulit Babi dan Kulit Lainnya, Kenali Ciri-cirinya

Karena itu, tradisi ini tidak semata-mata berorientasi pada uang yang diperoleh peserta. Suasana kebersamaan, kegembiraan, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaannya.

Tradisi Mesuryak juga memperlihatkan bagaimana nilai kepercayaan diwariskan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai generasi. Anak-anak, orang dewasa, hingga warga lanjut usia dapat menyaksikan atau berpartisipasi sesuai kebiasaan setempat.

Warisan Budaya yang Terus Dipertahankan

Keberadaan Mesuryak menjadi salah satu gambaran kekayaan tradisi masyarakat Bali yang tumbuh dari kehidupan desa adat. Tradisi ini memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak selalu diwujudkan melalui tarian, pakaian tradisional, atau pertunjukan seni, tetapi juga melalui kebiasaan yang memiliki makna spiritual dan sosial.

Pelestarian tradisi seperti Mesuryak membutuhkan keterlibatan masyarakat setempat agar makna yang diwariskan tidak hilang seiring perubahan zaman. Pengenalan kepada generasi muda juga penting supaya mereka memahami alasan sebuah tradisi dilakukan, bukan hanya mengenal bentuk perayaannya.

Baca Juga :  Kementerian PU Usulkan Penanganan Awal Jalur Lintas Utara Flores melalui Skema IJD

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, dokumentasi melalui foto, video, serta tulisan dapat membantu memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Namun, penyampaian informasi tersebut tetap perlu menghormati nilai dan kepercayaan masyarakat yang menjalankannya.

Mesuryak menjadi pengingat bahwa di balik sebuah tradisi yang terlihat sederhana, terdapat sejarah, keyakinan, dan nilai kebersamaan yang terus dijaga. Keunikan inilah yang membuat tradisi lokal layak dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link