Sabtu 17-10-2026,00:30 WIB
Reporter:
MG – Neza Indira Ajeng Pratiwi|
Editor:
Jefri Ardi

Baju Bodo, pakaian adat khas suku Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan–pinterest
ADARTVNEWS.COM — Baju bodo merupakan salah satu pakaian adat khas suku Bugis-Makassar dari Sulawesi Selatan yang memiliki tampilan sederhana, tetapi menyimpan makna budaya di balik setiap warnanya. Pada masa lalu, warna busana ini tidak sekadar menjadi pilihan penampilan, melainkan juga berkaitan dengan usia dan status sosial perempuan yang mengenakannya.
Baju bodo dikenal dengan potongannya yang berbentuk persegi dan berlengan pendek. Nama “bodo” berasal dari bahasa Bugis yang berarti pendek. Busana tradisional ini umumnya dipadukan dengan sarung sutra atau lipa sabbe serta berbagai aksesori, seperti gelang, kalung, dan hiasan kepala.
Keunikan baju bodo terlihat dari penggunaan warna yang secara tradisional memiliki ketentuan tersendiri. Warna jingga, misalnya, dikaitkan dengan anak perempuan, sedangkan warna merah digunakan oleh perempuan yang memasuki usia remaja hingga dewasa muda.
Warna lain juga memiliki makna sosial dalam tradisi masyarakat Bugis. Hijau dikaitkan dengan kalangan bangsawan, sementara ungu secara tradisional digunakan oleh perempuan yang telah menjanda. Adapun warna putih juga memiliki penggunaan khusus dalam konteks adat tertentu.
Ketentuan warna tersebut menunjukkan bahwa pakaian adat pada masa lalu tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari sistem sosial dan identitas masyarakat. Melalui warna busana, terdapat informasi mengenai fase kehidupan maupun kedudukan pemakainya dalam lingkungan adat.
Selain warna, bentuk baju bodo juga menjadi ciri khas yang membedakannya dari pakaian tradisional lainnya. Potongannya yang longgar dan sederhana menciptakan siluet khas, sementara kain serta aksesori yang menyertainya memberikan tampilan yang anggun saat dikenakan dalam acara adat.
Baju bodo umumnya digunakan dalam berbagai kegiatan budaya, terutama upacara pernikahan. Busana ini juga hadir dalam pertunjukan tari tradisional, penyambutan tamu, dan kegiatan kebudayaan lainnya.
Seiring perkembangan zaman, penggunaan warna baju bodo tidak lagi sepenuhnya terikat pada ketentuan tradisional. Perempuan Bugis-Makassar kini dapat mengenakan beragam warna sesuai selera dan kebutuhan acara, meskipun makna historisnya tetap menjadi bagian dari pengetahuan budaya yang diwariskan.
Keberadaan baju bodo menjadi salah satu contoh bagaimana pakaian tradisional menyimpan nilai yang lebih luas daripada unsur estetika. Warna, bentuk, dan aksesori yang menyertainya merupakan bagian dari sejarah serta tata kehidupan masyarakat Bugis-Makassar yang terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
BACA JUGA:Lewat Busana Adat di Lahan Hangus, Seniman Sentil Persoalan Kebakaran
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












