Sabtu 17-10-2026,21:20 WIB
Reporter:
MG – Annisa Nayla Meriza|
Editor:
Jefri Ardi

–aslinews
RADARTVNEWS.COM – Orang tua balita yang viral karena ditinggalkan di dalam tenda saat mendaki Gunung Prau, Jawa Tengah, akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Sang ayah mengakui kelalaiannya dalam menjaga anak ketika dirinya bersama pasangan melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang diunggah akun Instagram pengelola pendakian, @ranger_prau, pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam video tersebut, sang ayah mengakui kesalahannya dan menyebut kejadian itu menjadi pelajaran agar lebih baik dalam menjaga anaknya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendaki yang telah membantu menjaga dan menenangkan anaknya saat menangis sendirian di tenda.
BACA JUGA:KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Rp2,08 Miliar kepada Bupati Klaten
Berdasarkan keterangan dalam unggahan @ranger_prau, sebelum ditinggalkan, balita tersebut sedang tidur. Kedua orang tuanya mengaku telah menitipkan anak itu kepada seorang teman yang mendirikan tenda di sebelah mereka.
Namun, ketika balita terbangun dan mulai menangis, teman yang dititipi ternyata sedang tertidur. Anak tersebut kemudian ditemukan dan ditolong oleh pendaki lain yang berada di sekitar lokasi.
Balita itu diduga berada sendirian selama sekitar 1,5 jam ketika kedua orang tuanya melakukan summit atau perjalanan menuju puncak Gunung Prau. Selain meminta maaf, pihak keluarga juga memohon agar video yang memperlihatkan anak mereka menangis di dalam tenda dihapus dari media sosial.
Sebelumnya, video balita yang menangis sendirian tersebut menjadi perhatian warganet. Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan anak saat melakukan kegiatan pendakian, terutama ketika berada di lingkungan alam terbuka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
republika.co.id












