Kamis 22-10-2026,00:03 WIB
Reporter:
Mg – Salsabila Indiana Putri |
Editor:
Jefri Ardi

Unggahan viral di media sosial yang membongkar dugaan kejanggalan data sosial dan sikap arogan oknum ajudan pejabat daerah.–
RADARTVNEWS.COM – Media sosial kembali dihebohkan oleh aksi penelusuran warganet atau yang sering dijuluki “Badan Intelijen Netizen” (BIN). Kali ini, sorotan publik tertuju pada sosok pria yang diduga merupakan ajudan dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).
Isu ini berawal dari potongan video di jagat maya yang memperlihatkan tindakan kurang menyenangkan dari oknum tersebut saat mengawal aksi demonstrasi mahasiswa. Sikapnya yang dinilai arogan terhadap para demonstran memicu amarah publik, hingga akhirnya warganet bergerak menelusuri latar belakang sosok tersebut.
Kejanggalan Data DTSEN dan Gelaran Mewah Pernikahan
Hasil penelusuran warganet justru membongkar fakta mengejutkan lain terkait data kependudukan oknum tersebut. Pria berinisial AKY RL TG itu tertera masuk dalam kategori Desil 1 pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan status aktif. Untuk diketahui, Desil 1 merupakan tingkatan kelompok masyarakat paling miskin atau rumah tangga sangat miskin yang menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Temuan ini dinilai sangat kontras dengan kenyataan di lapangan. Netizen membagikan berbagai bukti visual yang menunjukkan gaya hidup serta acara pernikahan mewah sang ajudan yang dihadiri jajaran pejabat lengkap dengan prosesi pedang pora. Hal tersebut memicu kritik tajam mengenai ketepatan validasi data penerima bantuan sosial.
Akun Media Sosial Langsung Ditutup
Usai dugaan skandal ini menjadi viral di platform X (sebelumnya Twitter), Instagram, dan Threads, akun media sosial milik oknum ajudan tersebut mendadak dikunci (private) dan seluruh foto profilnya dihapus. Langkah mendadak itu kian memperkuat kecurigaan netizen di kolom komentar.
Sejumlah kalangan mahasiswa dan elemen masyarakat mendesak agar pihak Pemprov Kaltim memberi tindakan tegas dan evaluasi atas perilaku petugas di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu clarification resmi dari instansi terkait mengenai keabsahan data DTSEN serta status aparatur yang bersangkutan.
BACA JUGA:Ratusan Jurnalis Geruduk Mapolda Sumsel, Desak 3×24 Jam Pelaku Pengeroyokan Wartawan Ditangkap
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
unggahan akun instagram @fakta.beriita












