Kamis 22-10-2026,15:53 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira |
Editor:
Jefri Ardi

Ilustrasi bakteri dan mikroorganisme yang hidup di dalam usus manusia sebagai gambaran penelitian mengenai senyawa antibakteri yang berpotensi melawan infeksi pencernaan.–Google Image
RADARTVNEWS.COM – Peneliti menemukan senyawa alami bernama argyrin B yang berpotensi menjadi pendekatan baru dalam menangani infeksi usus akibat bakteri Clostridioides difficile. Senyawa ini menarik perhatian karena mampu menargetkan bakteri penyebab infeksi tanpa banyak mengganggu mikroorganisme bermanfaat yang hidup di saluran pencernaan.
Temuan yang dipublikasikan pada Oktober 2026 tersebut berasal dari penelitian tim Helmholtz Centre for Infection Research di Jerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa argyrin B memiliki aktivitas antibakteri terhadap C. difficiledalam pengujian laboratorium maupun percobaan pada tikus yang mengalami infeksi.
Bakteri C. difficile dapat ditemukan di saluran pencernaan, tetapi dalam kondisi tertentu jumlahnya dapat meningkat dan menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi ini dapat memicu diare serta peradangan usus, terutama ketika keseimbangan mikroorganisme dalam sistem pencernaan terganggu setelah penggunaan antibiotik.
Salah satu tantangan dalam penanganan infeksi tersebut adalah kemungkinan penyakit kembali muncul setelah pengobatan. Antibiotik dengan cakupan luas dapat memengaruhi bakteri penyebab penyakit sekaligus mikroorganisme lain yang membantu menjaga keseimbangan usus.
Dalam penelitian tersebut, argyrin B memperlihatkan kemampuan mengurangi jumlah bakteri C. difficile pada model percobaan. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas yang relatif rendah terhadap sejumlah mikroorganisme menguntungkan di usus. Karakteristik tersebut membuka peluang pengembangan pengobatan yang lebih selektif.
Menariknya, argyrin B berasal dari kelompok senyawa alami yang ditemukan pada miksobakteri, yaitu mikroorganisme yang hidup di tanah. Senyawa tersebut diteliti karena memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan obat.
Meski demikian, temuan ini belum berarti argyrin B sudah dapat digunakan sebagai obat untuk manusia. Peneliti masih perlu menguji keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitasnya dalam penelitian lanjutan, termasuk kemungkinan penggunaannya untuk menangani infeksi yang berulang.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan pengobatan infeksi tidak hanya berfokus pada membasmi bakteri penyebab penyakit, tetapi juga mempertimbangkan perlindungan mikroorganisme bermanfaat yang berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












