Kamis 22-10-2026,16:02 WIB
Reporter:
MG – Najwa Santi Femida |
Editor:
Jefri Ardi

Dampak karhutla memicu aksi saling sindir dan ketegangan diplomatik antara pejabat Indonesia, Singapura, dan Malaysia.–BBC
RADARTVNEWS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang memicu kabut asap hingga ke Singapura dan Malaysia memicu ketegangan diplomatik. Aksi saling kritik dan sindir pun tak terhindarkan antara pejabat Indonesia dengan pejabat dari kedua negara tetangga tersebut.
Perselisihan ini bermula dari pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), Syahganda Nainggolan. Ia menyebut bahwa Singapura dan Malaysia selama ini juga menikmati oksigen yang dihasilkan dari hutan-hutan Indonesia.
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik tajam dari pejabat Singapura dan Malaysia yang menilai masalah pencemaran udara tidak seharusnya dijadikan bahan lelucon.
Menteri Kesehatan Singapura, Rahayu Nahzam, serta Menteri Dalam Negeri, K Shanmugam, menegaskan bahwa pencemaran udara ini sangat merugikan masyarakat, termasuk rakyat Indonesia sendiri. Singapura bahkan menyatakan bakal menindak tegas perusahaan yang terbukti memicu kebakaran hutan.
Sementara itu, anggota parlemen Malaysia Lim Guan Eng sempat mendesak pemerintahnya untuk menuntut ganti rugi secara hukum kepada Indonesia.
Merespons tekanan dari negara tetangga, mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi turut angkat bicara. Lutfi mengritik balik praktik bisnis perusahaan sawit yang beroperasi di Indonesia tetapi mendirikan perusahaan induk (holding) di Singapura.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut mengambil keuntungan dan membayar pajak murah di Singapura, namun justru meninggalkan dampak kerusakan lingkungan di Indonesia.
BACA JUGA:Singapura Rilis Daftar 10 Perusahaan Indonesia Diduga Pemicu Karhutla dan Kabut Asap Lintas Batas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
cnn indonesia












