Sabtu 24-10-2026,23:09 WIB
Reporter:
MG – Kathina Octavia|
Editor:
Jefri Ardi

Gambar Ilustrasi Kejadian, Bukan Foto Asli-generated image -Chat GPT
OGAN KOMERING ILIR, RADARTVNEWS.COM — Kebakaran lahan di sekitar KM 343 Tol Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah unggahan di media sosial menyinggung aktivitas pembakaran lahan dan keluhan mengenai kondisi udara di kawasan tersebut.
Melalui akun Instagram @eku_petir, pengunggah menyampaikan kritik terhadap pembakaran lahan yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat di Kayu Agung. Unggahan tersebut dipublikasikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
“Oy kamu ini masih mau ngebakar lahan tu lah, tol kayu agung. Pantes bae wong di kayu agung di oki ni susah bernafas, bakar lahan terus,” tulis akun @eku_petir.
Unggahan tersebut menyoroti kekhawatiran terhadap dampak asap kebakaran lahan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Keluhan mengenai kesulitan bernapas yang disampaikan pengunggah menjadi perhatian karena paparan asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan, meskipun kondisi kesehatan warga dan tingkat pencemaran udara di lokasi belum terkonfirmasi secara independen.
Asap dari kebakaran lahan mengandung partikel halus dan berbagai zat yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan asap berpotensi memicu mata perih, batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas. Risiko gangguan kesehatan dapat lebih besar pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau penyakit pernapasan lainnya.
BACA JUGA:Ibu dan Anak Selamat dari Kebakaran Restoran di Rawamangun, Tiga Orang Alami Luka Bakar
Dampak kebakaran lahan juga dapat meluas ke aktivitas transportasi, terutama apabila asap menyebar hingga badan jalan tol. Asap yang pekat berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara dan menyulitkan mereka mengenali kendaraan maupun kondisi jalan di depan.
Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih di jalan tol yang digunakan kendaraan dengan kecepatan relatif tinggi. Pengendara yang tiba-tiba memasuki kawasan berkabut asap berpotensi mengalami keterbatasan waktu untuk mengurangi kecepatan atau mengantisipasi kendaraan di depannya.
Pengendara yang melintasi kawasan terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas. Apabila jarak pandang terganggu, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan secara bertahap, menjaga jarak aman, serta tidak melakukan pengereman mendadak. Pengendara juga perlu mematuhi rambu dan instruksi petugas apabila dilakukan pengaturan lalu lintas.
Di sisi lain, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat menyelimuti kawasan. Menutup pintu dan jendela saat asap masuk ke permukiman serta menggunakan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel, meskipun masker tidak menghilangkan seluruh risiko akibat asap kebakaran.
Kebakaran lahan juga menjadi pengingat mengenai pentingnya pencegahan pembakaran secara sembarangan. Selain berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, kebakaran dapat merusak vegetasi, mengganggu aktivitas ekonomi, dan menimbulkan persoalan lingkungan apabila meluas.
Masyarakat yang melihat titik api dapat melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran, aparat setempat, atau instansi terkait agar penanganan dapat segera dilakukan. Upaya pencegahan dan penanganan sejak dini diperlukan untuk mengurangi kemungkinan api meluas serta mencegah dampak yang lebih besar.
BACA JUGA:Ibu Selamatkan Bocah Saat Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun, Begini Kronologinya
Hingga informasi ini disusun, penyebab kebakaran di sekitar KM 343 Tol Kayu Agung, luas lahan yang terdampak, kondisi kualitas udara, serta langkah penanganan petugas masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang. Keluhan yang disampaikan melalui media sosial menjadi informasi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan.
Perkembangan kondisi kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat maupun pengguna jalan perlu terus dipantau, terutama untuk memastikan keselamatan pengendara dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
@eku_petir












