Senin 26-10-2026,13:33 WIB
Reporter:
MG – Kathina Octavia|
Editor:
Jefri Ardi

Ilustrasi kisah mahasiswi ITERA Cristin Vitrianes Sinaga, yang disebut terkendala biaya pemeriksaan setelah kecelakaan. Pemulangan jenazah ke Tapanuli Utara juga menghadapi kendala biaya.-Ilustrasi AI, Generated Image-Chat GPT
LAMPUNG SELATAN, RADARTVNEWS.COM — Keterbatasan biaya menjadi bagian dari kisah pilu Cristin Vitrianes Sinaga, mahasiswa Program Studi Teknik Biosistem Institut Teknologi Sumatera (ITERA) angkatan 2025. Setelah mengalami kecelakaan sepeda motor sekitar satu bulan sebelum meninggal dunia, Cristin disebut tidak tega meminta biaya pemeriksaan lanjutan kepada orang tuanya yang tinggal di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram @ruudi_setiawan dalam unggahan yang dipublikasikan pada Minggu (25/10/2026). Dalam unggahan itu, Cristin diceritakan sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan. Meski luka yang terlihat dari luar dianggap tidak terlalu berat, dokter disebut menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rontgen.
Namun, Cristin disebut memilih tidak melanjutkan pemeriksaan karena tidak ingin membebani orang tuanya yang berasal dari keluarga prasejahtera. Ia kemudian berusaha memulihkan kondisinya dengan menjalani perawatan di tempat kos.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi luka setelah kecelakaan tidak selalu dapat dinilai hanya dari penampilan fisik. Pemeriksaan medis tetap penting untuk menentukan apakah seseorang mengalami cedera yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kondisi Memburuk, Teman-Teman Berupaya Memberikan Pertolongan
Menurut kronologi yang dibagikan dalam unggahan tersebut, kondisi Cristin memburuk dalam beberapa hari terakhir sebelum meninggal dunia. Teman-temannya yang mengetahui keadaannya kemudian berupaya membawanya ke rumah sakit terdekat.
Namun, dalam perjalanan, Cristin disebut semakin kehilangan kesadaran dan tidak lagi merespons. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan bersama teman-temannya.
Hingga berita ini disusun, penyebab medis kematian Cristin belum dapat dipastikan berdasarkan sumber yang tersedia. Hubungan antara kecelakaan sebelumnya, kondisi kesehatan yang memburuk, dan kematiannya memerlukan keterangan medis atau informasi resmi dari pihak berwenang.
Kisah Mahasiswa Perantau dan Beban Biaya Kesehatan
Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari keluarga, Cristin menjalani kehidupan perkuliahan di Lampung, sementara orang tuanya berada di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Dalam unggahan tersebut, kondisi ekonomi keluarga disebut menjadi salah satu pertimbangan Cristin untuk tidak meminta biaya pemeriksaan lanjutan. Kisah ini menyoroti tantangan yang dapat dihadapi mahasiswa perantau ketika mengalami masalah kesehatan jauh dari keluarga.
Meski demikian, keputusan untuk menunda pemeriksaan medis dapat memiliki risiko yang tidak selalu bisa diperkirakan sendiri. Setelah mengalami kecelakaan, seseorang sebaiknya mengikuti saran tenaga kesehatan dan segera mencari pertolongan apabila muncul gejala baru atau kondisi semakin memburuk.
BACA JUGA:Demo 20 Oktober: Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan, Polisi Awasi Jalur Masuk Ibu Kota
Pemulangan Jenazah Diupayakan oleh Teman dan Pihak Kampus
Kesedihan keluarga semakin bertambah karena jenazah Cristin harus dipulangkan dari Lampung menuju kampung halamannya di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Berdasarkan unggahan @ruudi_setiawan pada Minggu (25/10/2026), biaya pemulangan melalui jalur udara diperkirakan mencapai Rp20 juta. Teman-teman Cristin disebut telah berupaya mengumpulkan donasi dan menggunakan alokasi dana kas program studi, tetapi dana yang tersedia belum mencukupi kebutuhan tersebut.
Dalam kondisi itu, pemulangan jenazah melalui jalur darat akhirnya direncanakan dengan perkiraan waktu perjalanan sekitar tiga hari.
Kisah Cristin bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya akses terhadap pertolongan medis dan dukungan bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi kesehatan setelah kecelakaan, meskipun luka yang terlihat tampak ringan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan tindak lanjut sesuai rekomendasi medis penting dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh.
BACA JUGA:Mahasiswa Darmajaya Belajar Kelola Keuangan di OJK Lampung, Bekal Hadapi Dunia Finansial
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
unggahan akun instagram @ruudi_setiawan












