Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Diduga Terkontaminasi Air Bersih, 146 Warga Serpong Lagoon Alami Diare dan Muntaber Massal

×

Diduga Terkontaminasi Air Bersih, 146 Warga Serpong Lagoon Alami Diare dan Muntaber Massal

Share this article


Diduga Terkontaminasi Air Bersih, 146 Warga Serpong Lagoon Alami Diare dan Muntaber Massal




Sebanyak 146 warga di Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, mengalami gejala diare dan muntaber massal sejak pertengahan September hingga Oktober 2026. –Kumparan.News

RADARTVNEWS.COM – Kasus kesehatan lingkungan kembali menyita perhatian publik di wilayah Tangerang Selatan. Sebanyak 146 warga yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa di Perumahan Serpong Lagoon dilaporkan mengalami gejala diare dan muntaber. Kejadian ini dilaporkan berlangsung hingga Selasa (13/10/2026). Warga menduga kuat insiden tersebut berkaitan erat dengan kualitas air bersih yang disalurkan ke rumah-rumah mereka.  

Baca Juga :  Kementerian PU Usulkan Penanganan Awal Jalur Lintas Utara Flores melalui Skema IJD

Kasus ini bermula pada tanggal 7 Oktober 2026. Saat itu, seorang ibu melaporkan anaknya mengalami gejala demam, muntah, serta diare. Laporan tersebut kemudian disusul warga lain yang menyampaikan bahwa anak-anak mereka juga mengalami gejala serupa. Dalam pendataan warga, terdapat kasus yang dilaporkan telah terjadi sejak 17 September 2026.  

Pada 8 Oktober, warga berinisiatif mendata anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gejala serupa melalui lembar pendataan bersama. Kader Posyandu setempat juga berkoordinasi cepat untuk meminta kunjungan medis dari pihak Puskesmas.  

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Hilang di Perairan Pantai Indah Kalangan

Berdasarkan data yang diperbarui pada Selasa (13/10) pukul 17.02 WIB, terdapat 146 anak dan orang dewasa yang dilaporkan sakit. Warga mencatat sebagian pasien harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan dan sebagian lainnya dirawat di rumah.  

Peristiwa ini menjadi bagian dari masalah kesehatan lingkungan yang menyita perhatian masyarakat, khususnya terkait jaminan keselamatan dan kebersihan pasokan air bersih di kawasan pemukiman. Meski demikian, penyebab pasti pencemaran masih menunggu hasil penanganan resmi pihak berwenang.  

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kualitas layanan air bersih, termasuk kepatuhan terhadap standar kesehatan lingkungan serta perlindungan keselamatan warga.  

Baca Juga :  Survei: 75 Persen Gen Z Alokasikan Penghasilan Utama untuk Makanan

BACA JUGA:Kementerian PU Usulkan Penanganan Awal Jalur Lintas Utara Flores melalui Skema IJD

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kumparan.news



Source link