Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Pisang Jadi Buah Terbanyak di Pesawaran, Ternyata Bisa Diolah Jadi Camilan hingga Menu Sehat

×

Pisang Jadi Buah Terbanyak di Pesawaran, Ternyata Bisa Diolah Jadi Camilan hingga Menu Sehat

Share this article


Pisang Jadi Buah Terbanyak di Pesawaran, Ternyata Bisa Diolah Jadi Camilan hingga Menu Sehat




Ilustrasi pisang komoditas unggulan asal Kabupaten Pesawaran-Marco Burnn-Pinterest

PESAWARAN, RADARTVNEWS.COM — Pisang bukan sekadar teman minum kopi atau bahan pisang goreng. Buah yang mudah ditemukan di pasar ini ternyata menjadi buah dengan produksi tertinggi di Kabupaten Pesawaran, Lampung, sepanjang 2025, dengan jumlah mencapai sekitar 4,2 juta kuintal atau setara 420 ribu ton dalam setahun.

Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran melalui informasi yang merujuk pada publikasi Kabupaten Pesawaran Dalam Angka 2026. Publikasi statistik tahunan tersebut dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026, dan memuat berbagai data mengenai kondisi geografis, pemerintahan, sosial, demografi, hingga perekonomian daerah.

Baca Juga :  Gaji PNS Bakal Dibayar Lewat Koperasi? Mekanisme dan Kepastian Pelaksanaan Masih Ditunggu

Besarnya produksi pisang menunjukkan bahwa buah ini memiliki posisi penting dalam sektor hortikultura Pesawaran. Selain menjadi bahan pangan yang mudah diolah, pisang juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk kuliner yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mulai dari pisang goreng, pisang kukus, kolak, keripik, hingga bolu pisang, buah ini dapat diolah menjadi beragam hidangan dengan karakter rasa dan cara penyajian berbeda. Bagi pelaku usaha rumahan, variasi tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan produk makanan berbahan baku lokal.

BACA JUGA:Judi Online dan Narkoba Mengintai Anak Muda, Pesantren di Pesawaran Perkuat Benteng Generasi

Namun, tingginya produksi belum otomatis menunjukkan besarnya keuntungan yang diterima petani. Harga jual, biaya produksi, kualitas panen, distribusi, serta kemampuan menyerap hasil panen tetap menentukan manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat.

Baca Juga :  Satelit NASA Deteksi Peningkatan Karbon Monoksida di Langit Indonesia

Karena itu, pengembangan pisang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga peluang pengolahan dan pemasaran. Pemanfaatan buah yang terlalu matang untuk produk olahan, misalnya, dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi potensi pangan terbuang selama bahan bakunya masih layak dikonsumsi.

Bukan Sekadar Camilan, Pisang Juga Mengandung Zat Gizi

Di balik rasanya yang manis, pisang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat, kalium, vitamin B6, dan sejumlah zat gizi lainnya.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa kandungan kalium dalam pisang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh serta mendukung fungsi otot dan jantung. Sementara itu, serat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Pisang dapat dikonsumsi langsung sebagai buah maupun diolah menjadi makanan. Untuk pilihan sehari-hari, pisang segar atau kukus bisa menjadi alternatif camilan yang sederhana. Sementara itu, pisang goreng dan keripik tetap dapat dinikmati dengan memperhatikan porsi serta jumlah minyak, gula, dan bahan tambahan yang digunakan.

Baca Juga :  Asap Karhutla Selimuti Tol Lampung, Api Masih Terlihat di Wilayah Tulang Bawang

Perlu diingat, manfaat gizi pisang tidak otomatis sama pada setiap olahan. Penambahan gula, susu kental manis, tepung, atau proses penggorengan dapat meningkatkan kandungan energi dan mengubah komposisi gizi makanan.

Dengan demikian, cara pengolahan menjadi hal penting bagi masyarakat yang ingin menikmati pisang sekaligus menjaga pola makan seimbang.

BACA JUGA:Pemkab Pesawaran Batasi Hiburan Organ Tunggal hingga Pukul 18.00 WIB

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

badan pusat statistik kabupaten pesawaran



Source link