Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Laut Jadi Lumbung Pangan Masa Depan, Menko Zulhas Dorong Hilirisasi Kelautan dan Perlindungan Mangrove

×

Laut Jadi Lumbung Pangan Masa Depan, Menko Zulhas Dorong Hilirisasi Kelautan dan Perlindungan Mangrove

Share this article


Laut Jadi Lumbung Pangan Masa Depan, Menko Zulhas Dorong Hilirisasi Kelautan dan Perlindungan Mangrove




Menko Pangan, Zulkifli Hasan tegaskan laut sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia dan pemerintah fokus pada pelindungan ekosistem mangrove. –Antaranews

RADARTVNEWS.COM – Pemerintah menempatkan laut sebagai sumber penting ketahanan pangan Indonesia. Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut laut yang sehat sebagai lumbung pangan masa depan yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan. 

Baca Juga :  Film 'Bapak Paling Jujur' Resmi Tayang, Angkat Isu Integritas Lewat Balutan Komedi

Setelah fokus pada swasembada beras, pemerintah kini mendorong pemenuhan kebutuhan protein dari ikan, udang, dan rumput laut. Indonesia sebagai produsen rumput laut terbesar dunia diharapkan mengembangkan produk turunannya, seperti pupuk organik, pangan sehat, bioetanol, dan biodiesel.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga mangrove, lamun, dan terumbu karang. Indonesia memiliki 3,46 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare padang lamun yang berperan menyerap karbon, melindungi pesisir, serta mendukung kehidupan laut.

Namun, kesehatan laut perlu dijaga dari ancaman sampah. Melalui Program Sungai Lestari bersama UNDP, pemerintah berupaya mengurangi sampah yang mengalir dari sungai ke laut, termasuk di Denpasar dan Badung, Bali.

Baca Juga :  Pepsodent untuk Gigi Kuning, Ini 3 Varian yang Bisa Dipilih Sesuai Kebutuhan

Zulhas menekankan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Bali diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir.

Untuk kesejahteraan nelayan, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dengan target 1.269 kampung pada 2026 dan 5.000 kampung pada 2029. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diharapkan bisa memperkuat ekonomi masyarakat setempat. 
BACA JUGA:Atasi Karhutla Kalimantan, Wamenko Pangan Ajak Ratusan Pengusaha Turun Tangan

 

Sumber:

cnn indonesia



Source link