Sabtu 17-10-2026,21:03 WIB
Reporter:
MG — Sarah Rahmalia |
Editor:
Jefri Ardi

Es teh dan teh hangat sama-sama dapat menjadi pilihan minuman sehat. Kadar gula dan suhu saat diminum menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.-Beautynesia-
RADARTVNEWS.COM — Es teh dan teh hangat menjadi dua pilihan minuman yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Es teh kerap menjadi teman makan siang karena menyegarkan, sedangkan teh hangat sering dinikmati saat pagi atau malam hari. Namun, di antara keduanya, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk tubuh?
Dilansir dari Harvard Health Publishing dan The Nutrition Source dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, teh mengandung polifenol, termasuk katekin dan flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan. Sejumlah penelitian observasional juga mengaitkan kebiasaan minum teh dengan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Meski demikian, bukti tersebut belum memastikan bahwa teh secara langsung menjadi penyebab penurunan risiko penyakit.
Hal yang perlu diperhatikan, manfaat tersebut tidak otomatis membuat semua jenis minuman teh menjadi sehat. Kandungan gula tambahan, ukuran sajian, dan bahan lain yang dicampurkan dapat memengaruhi nilai gizinya. Karena itu, es teh tanpa gula dan teh hangat tanpa gula sama-sama dapat menjadi pilihan minuman yang baik.
Dari sisi penyeduhan, teh yang diseduh menggunakan air panas dapat membantu melepaskan senyawa polifenol dari daun teh. Namun, jumlah senyawa yang terkandung dalam minuman juga dipengaruhi jenis daun, lama penyeduhan, dan metode pembuatannya. Artinya, tidak tepat jika menyimpulkan bahwa semua teh hangat pasti lebih sehat daripada es teh.
Sebaliknya, es teh menawarkan sensasi menyegarkan, terutama ketika cuaca panas. Teh yang diseduh terlebih dahulu menggunakan air panas, kemudian didinginkan dan diberi es, tetap dapat menjadi pilihan yang baik selama tidak ditambahkan gula secara berlebihan. Es batu sendiri bukan faktor utama yang membuat teh menjadi kurang sehat.
Meski begitu, ada hal penting yang perlu diperhatikan saat menikmati teh hangat. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), lembaga di bawah Organisasi Kesehatan Dunia, mengategorikan konsumsi minuman yang sangat panas, yakni di atas 65 derajat Celsius, sebagai kemungkinan penyebab Kanker kerongkongan. Risiko ini berkaitan dengan suhu minuman yang terlalu tinggi, bukan semata-mata karena tehnya. Karena itu, sebaiknya tunggu hingga teh cukup dingin sebelum diminum.
Lalu, bagaimana cara menikmati teh agar lebih sehat? Pilih teh tanpa gula atau kurangi gula tambahan secara bertahap. Jika ingin menambahkan rasa, lemon dapat menjadi alternatif. Perhatikan juga teh kemasan atau teh yang dijual di kedai karena kandungan gulanya dapat berbeda-beda. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, waktu konsumsi dan jenis teh juga perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, es teh dan teh hangat sama-sama dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Keduanya tidak memiliki pemenang mutlak hanya berdasarkan suhu. Jika harus memilih, utamakan teh tanpa gula, hindari minuman yang terlalu panas, dan sesuaikan cara penyajiannya dengan kebutuhan tubuh.
BACA JUGA:Sering Minum Teh Setelah Makan? Kebiasaan Ini Disebut Bisa Mengganggu Penyerapan Zat Besi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












