Senin 19-10-2026,13:41 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

—
RADARTVNEWS.COM — Pasar saham Asia mengalami pelemahan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Kondisi ini dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta ketidakpastian menjelang pengumuman kinerja sejumlah perusahaan besar.
Berdasarkan laporan Reuters, indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,6%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang melemah 1,2%, saham Korea Selatan turun 0,4%, dan pasar saham Taiwan terkoreksi 1,4%.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Kekhawatiran terhadap Investasi Teknologi
Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saham Asia adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi AI.
Perusahaan teknologi global mengeluarkan investasi besar untuk membangun pusat data, mengembangkan perangkat keras, dan memperluas infrastruktur pendukung AI. Namun, sebagian investor mulai mempertanyakan apakah keuntungan yang dihasilkan nantinya sebanding dengan biaya investasi tersebut.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Meluas di Kalimantan, Saham Perusahaan Sawit Malah Naik
Kekhawatiran ini turut memengaruhi saham perusahaan teknologi dan semikonduktor yang memiliki peran penting dalam pengembangan AI.
Selain itu, meningkatnya biaya pinjaman juga menjadi perhatian investor. Suku bunga dan imbal hasil obligasi yang tinggi dapat membuat perusahaan menghadapi biaya pendanaan lebih besar, sehingga berpotensi memengaruhi rencana ekspansi bisnis.
Data Ekonomi China Menjadi Penopang
Di tengah pelemahan sejumlah pasar saham Asia, perkembangan ekonomi China memberikan sedikit sentimen positif. Reuters melaporkan bahwa ekonomi China tumbuh 4,5% secara tahunan pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,3% pada kuartal sebelumnya.
Penjualan ritel China pada September juga meningkat 1,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi industri tumbuh 5,5%.
Data tersebut memberikan gambaran bahwa sejumlah aktivitas ekonomi China masih menunjukkan ketahanan. Meski demikian, pelemahan investasi aset tetap dan sektor properti memperlihatkan bahwa perekonomian negara tersebut masih menghadapi tantangan.
Dampak terhadap Perekonomian Global
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
reuters












