Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Perbaikan Teuku Umar–ZA Pagar Alam Dimulai, Antisipasi Kepadatan Koridor MBK Jadi Perhatian

×

Perbaikan Teuku Umar–ZA Pagar Alam Dimulai, Antisipasi Kepadatan Koridor MBK Jadi Perhatian

Share this article


Perbaikan Teuku Umar–ZA Pagar Alam Dimulai, Antisipasi Kepadatan Koridor MBK Jadi Perhatian




Gambar Ilustrasi -generated image -Chat GPT

BANDAR LAMPUNG , RADARTVNEWS.COM — Perbaikan Jalan Teuku Umar–ZA Pagar Alam mulai Senin (19/10/2026) membatasi ruang kendaraan melalui penutupan satu lajur secara bergantian. Pekerjaan berlangsung di koridor menuju kawasan Mall Boemi Kedaton (MBK), yang sebelumnya masih menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung melaksanakan pekerjaan menggunakan metode slurry seal. Pelaksanaan dijadwalkan pukul 09.00–15.00 WIB, dengan pengaturan kendaraan mengikuti lajur yang sedang dikerjakan.

Penutupan dilakukan bergantian, bukan penutupan seluruh jalan. Kendaraan tetap dapat melintas melalui lajur yang tersedia. Meski demikian, pembatasan ruang kendaraan membuat pengaturan arus selama pekerjaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan proyek.

Baca Juga :  Olivia Rodrigo Gandeng Chappell Roan di Remix Expectations, Video Musiknya Tampilkan Duel Retro

Berlangsung saat penanganan kepadatan MBK masih dievaluasi

Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung menyatakan rekayasa lalu lintas di kawasan MBK belum sepenuhnya menemukan pengaturan final. IDN Times Lampung pada 6 Oktober 2026 memberitakan bahwa kepadatan masih terjadi, terutama pada sore hari dan akhir pekan.

Dalam pemberitaan tersebut, Kepala Dishub Kota Bandar Lampung Socrat Pringgodanu menjelaskan bahwa kawasan MBK menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari Tanjung Karang, Way Halim, dan Rajabasa. Dishub masih mengevaluasi sejumlah pengaturan untuk menyesuaikan pergerakan kendaraan dengan kondisi lapangan.

Keterangan itu menjadi konteks penting bagi pekerjaan jalan yang dimulai 19 Oktober. Namun, kondisi sebelum proyek tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa penutupan lajur telah menambah kemacetan.

BACA JUGA:Baru 153 Koperasi Merah Putih di Lampung Beroperasi, Modal Masih dari Anggota

Baca Juga :  Doctor X Ratu Rating Drakor On Going Pekan Ini, Kim Ji Won Langsung Cetak Rekor

Uji coba terdahulu tidak sama dengan pengaturan proyek

Situs resmi Korlantas Polri sebelumnya mengonfirmasi uji coba penutupan dua titik putar balik di bawah Flyover MBK pada Kamis (1/10/2026). Pengaturan sementara tersebut berlangsung pukul 18.00–19.00 WIB.

Jadwal itu berbeda dari pekerjaan jalan yang berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB. Perbedaan waktu dan bentuk pengaturan membuat dampak kedua kegiatan tidak dapat disamakan tanpa pemantauan arus kendaraan.

Karena itu, pertanyaan utama dalam pelaksanaan proyek bukan hanya apakah kendaraan masih dapat melintas, melainkan bagaimana pengaturan di titik pekerjaan diselaraskan dengan pergerakan kendaraan menuju kawasan MBK.

Dampak hari pertama belum terukur

Dalam sumber yang ditelusuri untuk naskah ini, belum ditemukan laporan terverifikasi mengenai panjang antrean, tambahan waktu tempuh, maupun jumlah kendaraan terdampak pada hari pertama pekerjaan. Informasi yang tersedia masih berfokus pada jadwal pekerjaan, penutupan lajur, dan imbauan mengantisipasi kepadatan.

Baca Juga :  Gerakan Patungan untuk Hutan Gagasan Ferry Irwandi Tembus Donasi Rp10,5 Miliar

Belum tersedia pula tanggapan terbaru dalam bahan yang digunakan mengenai hasil evaluasi pengaturan kendaraan pada 19 Oktober. Dengan keterbatasan tersebut, klaim bahwa proyek sudah memperparah kemacetan belum dapat ditegaskan.

Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas ketika melintasi area pekerjaan. Pengendara juga perlu memperhatikan jadwal pelaksanaan sebelum melewati koridor Teuku Umar–ZA Pagar Alam.

BACA JUGA:Antrean Solar Mengular di Bandar Lampung, Satpol PP Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kupas tuntas



Source link