Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan Mental, Tak Harus Selalu Memberi Solusi

×

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan Mental, Tak Harus Selalu Memberi Solusi

Share this article


Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan Mental, Tak Harus Selalu Memberi Solusi




Peran dukungan emosional keluarga dalam membantu pemulihan kesehatan mental melalui perhatian.-Ilustrasi (Magnific)-Magnific

RADARTVNEWS.COM – Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan psikologis dan memulihkan kesehatan mental. Kehadiran orang-orang terdekat tidak harus selalu diwujudkan dengan memberikan solusi, tetapi juga dapat melalui perhatian, kesediaan mendengarkan, dan menciptakan suasana yang nyaman.

Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa dukungan emosional dari keluarga dapat membantu seseorang merasa diterima dan dipahami ketika menghadapi masalah kesehatan mental.

Baca Juga :  Diduga Terkontaminasi Air Bersih, 146 Warga Serpong Lagoon Alami Diare dan Muntaber Massal

BACA JUGA:Psikolog Jelaskan Manfaat Musik untuk Mengelola Emosi dan Menjaga Kesehatan Mental

Hal tersebut disampaikan Efnie di Jakarta, sebagaimana dikutip pada Kamis (15/10/2026). Menurutnya, kehadiran yang menenangkan terkadang lebih bermakna dibandingkan nasihat yang diberikan terlalu cepat.

“Penting dipahami bahwa dukungan keluarga bukan berarti harus selalu memberikan solusi. Terkadang, kehadiran yang menenangkan justru jauh lebih bermakna daripada nasihat yang datang terlalu cepat,” ujar Efnie.

Dukungan Keluarga Membantu Mengelola Tekanan Psikologis

Efnie yang merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha menjelaskan bahwa tekanan psikologis berkepanjangan dapat membuat sistem respons stres di otak dan tubuh bekerja secara berlebihan.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Hilang di Perairan Pantai Indah Kalangan

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola emosi, berpikir jernih, mengambil keputusan, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, dukungan keluarga diperlukan untuk membantu menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman secara psikologis. Perasaan diterima dan dimengerti tanpa penghakiman dapat membantu seseorang menghadapi tekanan emosional dengan lebih baik.

Menurut Efnie, keluarga tidak harus bertindak sebagai terapis. Namun, keluarga dapat menjadi tempat pertama bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan dan mengakui bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.

Perhatian Tidak Harus Berupa Nasihat

Dukungan terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami tekanan mental dapat diberikan melalui tindakan sederhana. Misalnya, memperhatikan perubahan perilaku, menawarkan bantuan praktis, atau menemani tanpa memaksa orang tersebut untuk berbicara.

Baca Juga :  46 Orangutan Diselamatkan dari Kepungan Karhutla Kalbar, Delapan Dipindahkan ke Hutan Lindung Batu Nyambu

Perhatian seperti itu dapat menunjukkan bahwa seseorang tidak menghadapi masalahnya sendirian. Sikap yang tenang dan tidak menghakimi juga membantu membangun kepercayaan sehingga anggota keluarga merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan perasaannya.

Sebaliknya, memberikan nasihat secara terburu-buru atau terus mendesak seseorang agar menceritakan masalahnya dapat membuat mereka semakin tidak nyaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

mediaindonesia.com



Source link