Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam

×

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam

Share this article


Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam




Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam-Ilustrasi (Magnific)-Magnific

RADARTVNEWS.COM – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Lampung Selatan, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026) pagi. Aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan terekamnya sejumlah gempa vulkanik berdasarkan laporan pemantauan MAGMA Indonesia.

Dari tiga kejadian erupsi tersebut, erupsi pertama dan kedua tidak teramati secara visual. Sementara itu, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.57 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter serta durasi 32 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Hilang di Perairan Pantai Indah Kalangan

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dipantau melalui pengamatan visual dan instrumen kegempaan, meskipun sebagian kejadian erupsi tidak terlihat secara langsung.

Puluhan Gempa Terekam dalam Enam Jam

Berdasarkan laporan pengamatan pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau didominasi oleh gempa Hybrid atau Fase Banyak sebanyak 21 kejadian.

Selain itu, tercatat tujuh gempa Vulkanik Dangkal, tiga gempa Low Frequency, dua gempa Hembusan, dan satu gempa Vulkanik Dalam.

Petugas juga merekam satu tremor menerus dengan amplitudo berkisar 1–10 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.

Baca Juga :  Kembali Maju, Wira & Adi Kurniawan Siap Bawa PWI dan DK PWI Lampung Lebih Baik Lagi

Gempa Hybrid menjadi jenis kegempaan yang paling banyak tercatat selama periode pengamatan tersebut. Meski demikian, data kegempaan tidak dapat digunakan secara tunggal untuk memastikan peningkatan aktivitas gunung api ataupun memprediksi waktu terjadinya erupsi berikutnya.

Gunung Tertutup Kabut, Pengamatan Visual Terbatas

Secara visual, Gunung Anak Krakatau dilaporkan tertutup kabut dengan tingkat penghalang 0–III. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan, disertai angin lemah yang bertiup ke arah barat laut.

Kabut dan keterbatasan jarak pandang membuat kondisi kawah tidak dapat diamati secara optimal. Karena itu, tidak terlihatnya asap kawah tidak serta-merta menunjukkan bahwa aktivitas gunung api telah berhenti.

Baca Juga :  Dampak Panjang Asap Karhutla Ancam Kesehatan Mental hingga Masa Depan Anak

Pemantauan melalui instrumen kegempaan tetap menjadi salah satu sumber informasi penting untuk mengetahui aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di sekitar kawasan Selat Sunda diharapkan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

instagram @lampunggehnews



Source link