Selasa 20-10-2026,21:21 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Puluhan Gempa Vulkanik Terekam-Ilustrasi (Magnific)-Magnific
RADARTVNEWS.COM – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Lampung Selatan, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026) pagi. Aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan terekamnya sejumlah gempa vulkanik berdasarkan laporan pemantauan MAGMA Indonesia.
Dari tiga kejadian erupsi tersebut, erupsi pertama dan kedua tidak teramati secara visual. Sementara itu, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.57 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter serta durasi 32 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dipantau melalui pengamatan visual dan instrumen kegempaan, meskipun sebagian kejadian erupsi tidak terlihat secara langsung.
Puluhan Gempa Terekam dalam Enam Jam
Berdasarkan laporan pengamatan pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau didominasi oleh gempa Hybrid atau Fase Banyak sebanyak 21 kejadian.
Selain itu, tercatat tujuh gempa Vulkanik Dangkal, tiga gempa Low Frequency, dua gempa Hembusan, dan satu gempa Vulkanik Dalam.
Petugas juga merekam satu tremor menerus dengan amplitudo berkisar 1–10 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.
Gempa Hybrid menjadi jenis kegempaan yang paling banyak tercatat selama periode pengamatan tersebut. Meski demikian, data kegempaan tidak dapat digunakan secara tunggal untuk memastikan peningkatan aktivitas gunung api ataupun memprediksi waktu terjadinya erupsi berikutnya.
Gunung Tertutup Kabut, Pengamatan Visual Terbatas
Secara visual, Gunung Anak Krakatau dilaporkan tertutup kabut dengan tingkat penghalang 0–III. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan, disertai angin lemah yang bertiup ke arah barat laut.
Kabut dan keterbatasan jarak pandang membuat kondisi kawah tidak dapat diamati secara optimal. Karena itu, tidak terlihatnya asap kawah tidak serta-merta menunjukkan bahwa aktivitas gunung api telah berhenti.
Pemantauan melalui instrumen kegempaan tetap menjadi salah satu sumber informasi penting untuk mengetahui aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di sekitar kawasan Selat Sunda diharapkan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
instagram @lampunggehnews












