Kamis 22-10-2026,19:01 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

Presiden Prabowo -Sekretariat Presiden Republik Indonesia-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)
RADARTVNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 700 badan usaha milik negara (BUMN) ditutup hingga Desember 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan perusahaan negara untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Prabowo menyampaikan target itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan konsolidasi dan penyederhanaan jumlah BUMN, dari sebelumnya lebih dari seribu perusahaan menjadi sekitar 360 perusahaan.
Menurut Prabowo, penataan tersebut terutama menyasar perusahaan yang terus mengalami kerugian, tidak efisien, serta diduga melakukan manipulasi laporan keuangan.
Fokus pada BUMN yang Menguntungkan
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah ingin memusatkan pengelolaan pada perusahaan negara yang mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyebut sejumlah BUMN yang sebelumnya kesulitan mencatatkan laba kini mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Bahkan, beberapa perusahaan dilaporkan mengalami peningkatan keuntungan hingga ratusan persen, seperti 200 persen, 300 persen, dan 900 persen.
Efisiensi untuk Perkuat Perekonomian
Menurut Prabowo, penataan dan efisiensi BUMN diperlukan agar perusahaan milik negara dapat dikelola secara lebih efektif. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperbesar kontribusinya bagi masyarakat dan negara.
Dengan target penutupan 700 BUMN hingga akhir 2026, pemerintah berupaya menyederhanakan struktur perusahaan negara dan memprioritaskan pengelolaan pada perusahaan yang dinilai produktif serta menguntungkan.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
mediaindonesia.com












