Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Kemenkes Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Seluruh Indonesia

×

Kemenkes Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Seluruh Indonesia

Share this article


Kemenkes Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Seluruh Indonesia




–Kementerian Kesehatan RI

RADARTVNEWS.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia melalui pengembangan pendidikan berbasis rumah sakit, penugasan tenaga medis, pemberian beasiswa, dan pelatihan lanjutan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) per 21 Oktober 2026, sebanyak 93 persen wilayah Indonesia masih membutuhkan dokter spesialis. Total kekurangan tenaga tersebut mencapai 55.192 dokter.

Baca Juga :  Setelah 17 Oktober, Seruan Gen Z Revolution Kembali Menargetkan Aksi pada 20 November

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Dua Tahun Pemerintahan Bidang Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Budi menjelaskan, kekurangan dokter spesialis turut memengaruhi kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan. Dari 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang dibangun melalui program Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), baru 51 persen yang memiliki kelengkapan dokter spesialis.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemenkes memperluas pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based. Pada 2026, sebanyak 55 program studi pendidikan dokter spesialis dikembangkan di 52 rumah sakit.

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, terutama untuk layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).

Baca Juga :  Indonesia dan Negara Pasifik Bertukar Tradisi, Musik hingga Kerajinan

Selain pendidikan, Kemenkes menugaskan dokter spesialis ke rumah sakit prioritas dan wilayah yang kekurangan tenaga medis. Hingga Juli 2026, sebanyak 371 dokter spesialis telah ditugaskan untuk memperkuat pelayanan di rumah sakit prioritas.

Kemenkes juga memberikan dukungan pendidikan melalui beasiswa. Pada periode 2024-2026, sebanyak 4.592 beasiswa telah diberikan kepada dokter spesialis, dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya.

Di sisi lain, sebanyak 136 dokter spesialis mengikuti pelatihan lanjutan di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia. Sebanyak 65 dokter telah menyelesaikan pelatihan dan kembali ke daerah asalnya.

Baca Juga :  Tiga Hari Pencarian, Tim SAR Temukan Pemancing Tenggelam di Waduk Cirata

BACA JUGA:Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan JKN Tanpa Jenjang, Pasien Bisa Dapat Layanan Lebih Cepat

Melalui berbagai program tersebut, Kemenkes berupaya mengurangi kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis agar masyarakat di berbagai wilayah mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih merata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kementerian kesehatan ri



Source link