Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Nilai Tambah Jagung Rp407 per Kilogram, Kapan 82 Bed Dryer Menjangkau Petani Lampung?

×

Nilai Tambah Jagung Rp407 per Kilogram, Kapan 82 Bed Dryer Menjangkau Petani Lampung?

Share this article


Nilai Tambah Jagung Rp407 per Kilogram, Kapan 82 Bed Dryer Menjangkau Petani Lampung?




Tangkapan Layar Unggahan Pemerintah Provinsi Lampung-Pemerintah Provinsi Lampung-Instagram

BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penyaluran 82 mesin pengering (*bed dryer*) pada 2026 untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen. Namun, hingga 23 Oktober 2026, realisasi penyaluran seluruh unit dan jadwal lengkap pengoperasiannya belum terperinci dalam informasi resmi yang ditemukan.

Urgensi program ini tergambar dari studi pendahuluan yang dipaparkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Seminar Teknologi, Akuntansi, Bisnis, Ekonomi, dan Komunitas (STABEK 9) di Bandar Lampung, Kamis (22/10/2026). Penggunaan bed dryer mencatat nilai tambah bruto rata-rata Rp407 per kilogram untuk jagung dan Rp271 per kilogram untuk gabah.

Angka tersebut memberikan gambaran potensi ekonomi teknologi pengeringan. Namun, pertanyaan pentingnya bukan hanya seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan, melainkan seberapa luas petani dapat mengakses teknologi tersebut dan kapan seluruh unit yang ditargetkan benar-benar beroperasi.

Baca Juga :  Kemlu Pastikan WNI di Prancis dan Italia Aman di Tengah Gelombang Unjuk Rasa

82 Unit Ditargetkan pada 2026

Melalui Program Desaku Maju, Pemprov Lampung mendorong pengeringan hasil panen dilakukan lebih dekat dengan sentra produksi. Teknologi bed dryer membantu mengurangi ketergantungan petani pada panas matahari yang prosesnya dapat terhambat ketika hujan turun.

Pada 2025, Pemprov Lampung menyalurkan 34 unit bed dryer. Selanjutnya, pemerintah merencanakan penyaluran 82 unit pada 2026 yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota.

Salah satu lokasi yang telah diberitakan menerima fasilitas pada 2026 adalah Desa Sumber Agung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Gubernur Lampung juga meninjau penggunaan bed dryer di Desa Sumber Agung pada Agustus 2026.

Meski demikian, data mengenai jumlah unit yang telah disalurkan, beroperasi, dan masih dalam proses pengadaan hingga 23 Oktober belum dirinci dalam informasi resmi terbaru yang ditemukan. Karena itu, target 82 unit belum dapat disamakan dengan realisasi seluruh fasilitas yang sudah bisa digunakan petani.

Baca Juga :  Diduga Mengantuk, Pengemudi Ertiga Meninggal Dunia Usai Tabrak Belakang Truk Tronton di Tol Lampung KM 39

BACA JUGA:71 KDKMP Lampung Belum Jalankan Usaha, Padahal Operasional Dimulai 15 Oktober

Nilai Tambah Belum Otomatis Jadi Keuntungan Bersih

Kadar air yang tinggi pada jagung dan gabah dapat menurunkan mutu hasil panen dan memengaruhi harga jual. Pengeringan yang lebih terkontrol berpotensi membantu menjaga kualitas komoditas serta mempercepat penanganan pascapanen.

Namun, nilai tambah bruto Rp407 per kilogram jagung dan Rp271 per kilogram gabah bukan berarti setiap petani otomatis menerima tambahan keuntungan bersih sebesar angka tersebut. Hasil akhirnya juga dipengaruhi biaya operasional, energi, tenaga kerja, pemeliharaan mesin, dan tata kelola fasilitas.

Karena itu, pengukuran manfaat program perlu disertai data pemanfaatan mesin, volume panen yang dikeringkan, perubahan harga jual, serta biaya yang ditanggung kelompok tani.

Baca Juga :  Harga Emas di Pegadaian Turun Serentak, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bagi Pemprov Lampung, tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tidak berhenti sebagai bantuan fisik. Kepastian jadwal penyaluran, kesiapan operator, dan akses kelompok tani menjadi faktor penting agar investasi tersebut menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

Dengan target 82 unit pada 2026, petani membutuhkan kejelasan mengenai lokasi penerima, progres distribusi, dan kapan fasilitas dapat digunakan. Sebab, keberhasilan program bukan hanya dihitung dari jumlah mesin yang direncanakan, tetapi dari seberapa nyata teknologi itu membantu petani menjaga mutu panen dan meningkatkan pendapatan mereka.

BACA JUGA:Desa Sejahtera Astra Tembus Pasar Global, Catat Transaksi Rp2,88 Miliar di TEI 2026

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

biro administrasi pimpinan setda provinsi lampung



Source link