Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Populasi Pesut Mahakam Tersisa 66 Ekor, Spesies Terancam Kritis di Kalimantan

×

Populasi Pesut Mahakam Tersisa 66 Ekor, Spesies Terancam Kritis di Kalimantan

Share this article


Populasi Pesut Mahakam Tersisa 66 Ekor, Spesies Terancam Kritis di Kalimantan




Ilustrasi pesut mahakam (Orcaella brevirostris) di Kamboja.(Dok. Wikimedia Commons/Dan Koehl)–

RADARTVNEWS.COM – Populasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), mamalia air tawar langka yang menjadi ikon Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan hingga awal Februari 2026 yang diberitakan ANTARA, jumlah Pesut Mahakam diperkirakan hanya tersisa 66 ekor di habitat alaminya. Kondisi ini menempatkan spesies tersebut dalam ancaman serius kepunahan.

Baca Juga :  BI Pastikan Pelonggaran GWM Tidak Sebabkan Likuiditas Berlebih

Pesut Mahakam termasuk dalam kategori Kritis (Critically EEndangere) berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status tersebut menunjukkan bahwa spesies ini menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar apabila berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya tidak segera ditangani.

Sejumlah faktor menjadi penyebab menurunnya populasi Pesut Mahakam, di antaranya kerusakan habitat, pencemaran air, serta jeratan jaring nelayan. Selain itu, aktivitas transportasi sungai turut menimbulkan risiko tabrakan dengan kapal dan tongkang pengangkut batu bara yang melintasi Sungai Mahakam.

Baca Juga :  Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi Antisipasi Gelombang Demonstrasi Besar-besaran

Berbagai ancaman tersebut dapat mengganggu kelangsungan hidup pesut, baik secara langsung maupun melalui penurunan kualitas lingkungan perairan. Apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan serius, populasi Pesut Mahakam berpotensi semakin menyusut dan meningkatkan risiko kepunahan spesies endemik yang menjadi bagian penting dari ekosistem Sungai Mahakam.

Upaya pelestarian Pesut Mahakam memerlukan perlindungan habitat serta pengendalian aktivitas manusia di sepanjang sungai. Pengurangan pencemaran, pengelolaan aktivitas perikanan, dan peningkatan keselamatan pelayaran menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi mamalia air tawar tersebut.

Baca Juga :  Konser Ye di GBK Malam Ini, 20.500 Penonton dari Luar Negeri Bakal Hadir

Pelestarian Pesut Mahakam juga membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat sekitar, pelaku usaha, hingga komunitas pemerhati lingkungan. Kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem Sungai Mahakam diharapkan dapat membantu mempertahankan keberadaan Pesut Mahakam agar tidak benar-benar punah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

borneo social



Source link