Jumat 30-10-2026,11:44 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

Scene dalam film The Hunger Games dimana para npc menunjukan simbol yang sama di gunakan para demonstran untuk simbol revolusi.–
RADARTVNEWS.COM — Film The Hunger Games kembali menjadi sorotan setelah simbol dan slogan dari waralaba tersebut digunakan dalam demonstrasi yang berlangsung di sejumlah negara. Karya fiksi yang menggambarkan ketimpangan sosial dan perlawanan terhadap kekuasaan itu kini menjadi salah satu referensi budaya populer bagi generasi muda dalam menyampaikan keresahan mereka.
Fenomena tersebut terlihat dalam demonstrasi di Indonesia pada 28 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Reuters dan AFP, sejumlah demonstran menggunakan salam tiga jari yang identik dengan gerakan perlawanan dalam The Hunger Games. Mereka juga membawa poster bertuliskan “If we burn, you burn with us”, slogan yang berasal dari film The Hunger Games: Mockingjay – Part 1.
Aksi tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan, termasuk kondisi ekonomi, dugaan korupsi, serta penanganan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap dan mengancam kesehatan masyarakat. Demonstrasi serupa juga berlangsung di sejumlah kota di Indonesia.
BACA JUGA:Merah, Biru, dan Hijau Viral Saat Demo 28 Oktober, Ini Maknanya
Fenomena penggunaan simbol film tersebut turut terlihat dalam gelombang demonstrasi yang melibatkan generasi muda di Eropa. Laporan Reuters pada 28 Oktober 2026 menyebutkan bahwa demonstrasi di sejumlah negara, termasuk Belgia, Prancis, Italia, dan Albania, dipicu oleh persoalan biaya hidup, kesempatan kerja, perumahan, pendidikan, serta ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Slogan dari The Hunger Games digunakan sebagian demonstran untuk menggambarkan kemarahan dan keinginan terhadap perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya populer dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial dan politik yang lebih mudah dikenali masyarakat.
Dalam cerita The Hunger Games, masyarakat Panem digambarkan hidup di tengah ketimpangan antara Capitol yang kaya dan distrik-distrik yang mengalami kesulitan. Ketika ketidakadilan semakin besar, muncul perlawanan yang menyatukan masyarakat untuk menentang sistem yang dianggap menindas.
Meskipun kondisi dalam film tersebut tidak sepenuhnya sama dengan realitas setiap negara, tema ketimpangan dan perjuangan mendapatkan keadilan membuat ceritanya terasa relevan bagi sebagian masyarakat.
Penggunaan simbol film dalam demonstrasi juga memperlihatkan bagaimana generasi muda memanfaatkan referensi yang akrab dengan kehidupan mereka untuk membangun solidaritas. Melalui poster, slogan, dan simbol visual, pesan demonstrasi dapat lebih mudah menyebar, termasuk melalui media sosial.
Kembali populernya The Hunger Games dalam konteks demonstrasi bukan sekadar menunjukkan ketertarikan terhadap film lama. Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana karya fiksi dapat memperoleh makna baru ketika masyarakat menghubungkannya dengan persoalan yang sedang mereka hadapi.
Pada akhirnya, ketika cerita tentang ketidakadilan terasa dekat dengan kehidupan nyata, layar lebar tidak lagi hanya menjadi ruang hiburan. Bagi sebagian orang, cerita tersebut dapat menjadi bahasa untuk menyampaikan keresahan, membangun solidaritas, dan menyuarakan keinginan terhadap perubahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
reuters












