Jumat 30-10-2026,19:47 WIB
Reporter:
MG – Neza Indira Ajeng Pratiwi|
Editor:
Jefri Ardi

–Pinterest
RADARTVNEWS.COM — Kebiasaan menghabiskan makanan di piring selama ini kerap dikaitkan dengan sikap menghargai makanan. Namun, munculnya anggapan bahwa piring bersih menandakan seseorang terlalu lapar membuat kebiasaan sederhana ini menjadi bahan perbincangan.
Sebagian orang merasa perlu menyisakan sedikit makanan agar tidak terkesan terlalu lahap, terutama ketika makan bersama teman atau dalam situasi sosial tertentu. Kebiasaan tersebut memperlihatkan bagaimana penilaian orang lain dapat memengaruhi perilaku seseorang, bahkan dalam urusan makan.
Meski demikian, tidak semua orang yang menyisakan makanan melakukannya demi menjaga gengsi. Kapasitas makan setiap orang berbeda-beda. Ada yang sudah merasa kenyang, mendapat porsi terlalu besar, atau memiliki alasan lain sehingga tidak mampu menghabiskan hidangan.
Persepsi Sosial Memengaruhi Kebiasaan Makan
Cara seseorang memandang Kebiasaan Makan dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan nilai yang berlaku di sekitarnya. Dalam situasi makan bersama, misalnya, seseorang mungkin lebih memperhatikan bagaimana orang lain menilai perilakunya, termasuk ketika menghabiskan makanan hingga piring benar-benar bersih.
Padahal, anggapan mengenai etika menghabiskan makanan tidak selalu sama di setiap budaya. Kebiasaan yang dianggap sopan di satu lingkungan belum tentu memiliki makna serupa di lingkungan lainnya.
Di sisi lain, menghabiskan makanan yang masih layak dikonsumsi juga dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap proses penyediaannya. Namun, kondisi piring tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai karakter maupun kebiasaan seseorang.
Antara Gengsi dan Upaya Mengurangi Sampah Makanan
Kebiasaan menyisakan makanan demi menjaga penampilan turut menimbulkan pertanyaan mengenai kesadaran terhadap sampah makanan atau food waste. Makanan yang terbuang bukan hanya berkaitan dengan sisa konsumsi, tetapi juga sumber daya yang digunakan dalam proses produksi, pengolahan, hingga penyajiannya.
Meski begitu, menghabiskan makanan tidak harus menjadi kewajiban ketika seseorang sudah merasa kenyang. Upaya mengurangi sampah makanan dapat dimulai dengan memilih porsi sesuai kebutuhan dan mempertimbangkan jumlah makanan sebelum memesan.
Pada akhirnya, makan bersama tidak semestinya menjadi ajang untuk membuktikan citra diri melalui kondisi piring. Menghargai makanan dapat dilakukan tanpa memaksakan diri untuk makan berlebihan maupun sengaja menyisakan hidangan demi memenuhi penilaian sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
tempo.com












