Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Tak Mau Terpapar Kabut Asap, Pelari Malaysia Pindahkan Lintasan ke Dalam Mall

×

Tak Mau Terpapar Kabut Asap, Pelari Malaysia Pindahkan Lintasan ke Dalam Mall

Share this article


Tak Mau Terpapar Kabut Asap, Pelari Malaysia Pindahkan Lintasan ke Dalam Mall




Sejumlah pelari berlatih di dalam Atria Shopping Gallery, Petaling Jaya, Malaysia, sebagai alternatif olahraga di tengah kabut asap akibat karhutla di Indonesia. -Reuters-

RADARTVNEWS.COM — Pemandangan tidak biasa terlihat di sebuah pusat perbelanjaan di Petaling Jaya, Malaysia. Sejumlah pelari tampak memenuhi lorong-lorong mall, bukan untuk berbelanja, melainkan menyelesaikan sesi latihan lari mereka. Keputusan ini dilakukan sebagai respons terhadap kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena para pelari harus mengubah kebiasaan olahraga mereka. Jika biasanya berlari di taman, jalanan, atau lintasan terbuka, kini mereka justru memanfaatkan koridor pusat perbelanjaan yang dilengkapi pendingin ruangan sebagai alternatif tempat latihan.

Baca Juga :  Kapal Pesiar Mendadak Hentikan Operasi, 200 Penumpang Terlantar di Kamboja

Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di Atria Shopping Gallery, Petaling Jaya, pada 28 Oktober 2026. Reuters melaporkan, kelompok pelari mengikuti kegiatan lari indoor yang diselenggarakan sebagai respons terhadap kabut asap dari kebakaran hutan di wilayah Kalimantan, Indonesia.

Lorong-lorong mall yang biasanya dipenuhi pengunjung berubah menjadi lintasan olahraga. Para peserta berlari melewati deretan toko dan area koridor untuk mempertahankan rutinitas latihan tanpa harus terlalu lama berada di tengah udara luar yang tercemar.

BACA JUGA:Bukan Guyonan, Malaysia Minta Indonesia Hentikan Karhutla yang Bikin Kabut Asap Lintas Negara

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Paparan partikel polutan dari kabut asap dapat mengganggu sistem pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bagi orang yang melakukan aktivitas fisik intens seperti berlari, kondisi udara yang buruk menjadi perhatian tersendiri karena kebutuhan tubuh terhadap udara meningkat selama berolahraga.

Baca Juga :  23 Perkara Kejahatan Kehutanan Terjadi di Bukit Barisan dalam 10 Tahun, 75 Pelaku Terseret Kasus

Kondisi ini juga memperlihatkan dampak karhutla yang tidak berhenti di wilayah terjadinya kebakaran. Asap yang terbawa angin dapat melintasi batas negara dan mengganggu kehidupan masyarakat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia.

Fenomena serupa sebelumnya juga terlihat di sejumlah komunitas olahraga yang mengalihkan kegiatan lari ke dalam ruangan. Pusat perbelanjaan dengan area luas dan fasilitas pendingin udara menjadi pilihan alternatif, selama kegiatan tersebut mendapat izin dari pengelola gedung.

Meski terlihat menyenangkan dan menjadi pengalaman baru, berlari di dalam mall tetap membutuhkan aturan. Peserta perlu memperhatikan kepadatan pengunjung, tidak berlari terlalu cepat di area sempit, serta menjaga kebersihan dan keselamatan orang lain.

Baca Juga :  Bahlil Kembali Buka Suara soal Ekspor Gas, Kontrak Negara Tetangga Bakal Dievaluasi

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas udara merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan, termasuk ketika berolahraga. Menjaga kebugaran memang penting, tetapi memaksakan diri beraktivitas di tengah polusi udara justru dapat membawa risiko bagi tubuh.

Alih-alih menghentikan rutinitas sepenuhnya, para pelari Malaysia memilih beradaptasi dengan memindahkan lintasan ke dalam mall. Namun, fenomena tersebut juga menyisakan persoalan lebih besar: kabut asap akibat karhutla kembali menunjukkan bahwa dampak kerusakan lingkungan dapat dirasakan hingga ke negara tetangga.

BACA JUGA:Imbas Asap Karhutla Indonesia, Malaysia Liburkan Sekolah di Kuala Lumpur

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link