Scroll untuk membaca artikel
Nasional

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es Sebesar Kelereng di Lampung Barat

×

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es Sebesar Kelereng di Lampung Barat

Share this article


BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es Sebesar Kelereng di Lampung Barat




Buliran es berbentuk mirip kelereng hasil fenomena hujan es yang melanda wilayah Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.–Dok. @lampunggehnews

RADARTVNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab di balik fenomena cuaca langka berupa hujan es sebesar kelereng yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu (1/11/2026) sore. Fenomena alam ini dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang sangat intens di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Konsumsi Pemanis Rendah Kalori Dikaitkan dengan Penurunan Daya Ingat, Ini Temuan Peneliti

Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan bahwa hujan es terbentuk akibat adanya arus udara naik (updraft) yang sangat kuat di dalam awan Cumulonimbus. Arus udara kuat tersebut membawa butiran air menuju ke lapisan atmosfer bagian atas yang memiliki suhu di bawah titik beku.

Proses Pembentukan Es dan Faktor Topografi

Proses pembekuan kemudian terjadi ketika butiran air tersebut mengalami penumpukan di dalam awan hingga akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai buliran es. Iqbal menyebutkan, fenomena ini didukung oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil, tingginya ketersediaan uap air, serta faktor topografi wilayah Lampung Barat yang berbukit-bukit.

Baca Juga :  Patung Merlion Singapura Ditutup 3 Hari, Ini Alternatif Spot Foto bagi Wisatawan

Fenomena hujan es umumnya berlangsung dalam kurun waktu singkat dan melingkupi area yang relatif terbatas. Peristiwa cuaca ini tercatat bukan pertama kalinya terjadi di Lampung Barat, setelah sebelumnya pada 29 September 2025 fenomena serupa pernah melanda Pekon Padang Dalom di kecamatan yang sama.

Menyikapi fenomena cuaca tersebut, BMKG mengimbau warga Lampung Barat dan sekitarnya untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Baca Juga :  Mie Ongklok, Kuliner Legendaris Wonosobo dengan Kuah Kental yang Menggugah Selera

Apabila terjadi fenomena hujan es kembali, warga disarankan untuk segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh, menghentikan aktivitas di ruang terbuka, serta menjauhi pohon besar, papan reklame, dan jaringan listrik guna menghindari risiko bahaya. BMKG juga meminta warga memantau update cuaca terkini melalui situs resmi maupun aplikasi InfoBMKG.

BACA JUGA:Hujan Es Landa Liwa, BMKG Sebut Akibat Awan Cumulonimbus

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link