Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Skeleton Flower, Bunga Berkelopak Putih yang Mendadak Transparan Saat Terkena Hujan

×

Skeleton Flower, Bunga Berkelopak Putih yang Mendadak Transparan Saat Terkena Hujan

Share this article


Skeleton Flower, Bunga Berkelopak Putih yang Mendadak Transparan Saat Terkena Hujan




bunga skeleton–

RADARTVNEWS.COM – Sebagian besar bunga akan terlihat layu atau lusuh setelah diguyur hujan. Tetapi ada satu bunga yang justru tampil lebih memukau saat basah. Namanya Diphylleia grayi, yang populer dijuluki skeleton flower atau “bunga kerangka” karena kelopaknya berubah tembus pandang ketika terkena air.

Dalam kondisi kering, kelopak bunga ini berwarna putih dan tidak tembus cahaya. Namun begitu hujan turun atau embun menempel, kelopaknya berubah bening hingga tampak seperti kaca, bahkan memperlihatkan urat-urat halus di dalamnya. Setelah hujan berhenti dan kelopak mengering, warnanya kembali putih polos. Tampilan inilah yang membuatnya terlihat “bak hantu” sekaligus anggun.

Baca Juga :  Reuni Selena Gomez dan Demi Lovato Curi Perhatian, Delena Kembali Jadi Sorotan

Disebut skeleton karena garis halus pada kelopaknya terlihat seperti pola kerangka saat bunga dalam wujud transparan.

Perubahan ini ternyata tidak berkaitan dengan pigmen warna. Menurut penjelasan yang dikutip dari Oddity Central, kemampuan bunga berubah dari putih menjadi transparan terkait struktur sel kelopak yang longgar. Pada kondisi kering, ruang udara di antara sel membuat cahaya tersebar sehingga kelopak tampak putih. Ketika basah, air meresap dan mengisi ruang-ruang udara itu sehingga cahaya lebih mudah melewati kelopak, dan kelopak tampak bening. Chemistry World menyebut air yang masuk membentuk antarmuka air dengan air yang meningkatkan transmisi cahaya.

Baca Juga :  30 Pengendara Ditegur, Satlantas Pesawaran Catat Penindakan ETLE Selama Operasi Patuh

skeleton flower berasal dari lereng gunung berhutan di wilayah Jepang yang lebih dingin. Bunga ini mekar sejak pertengahan musim semi hingga awal musim panas, dan tumbuh di tempat teduh dengan kelembapan tinggi serta tanah kaya humus dengan drainase baik. Setelah masa mekar berakhir, tanaman ini menghasilkan kumpulan buah beri kecil berwarna biru.

Keunikan bunga ini ikut menarik perhatian ilmuwan. Menurut Oddity Central, sifatnya menginspirasi peneliti nanofotonika untuk mengembangkan permukaan transparan di bawah air yang tetap bersih karena menolak minyak. Contoh ini menunjukkan bagaimana alam bisa menjadi sumber ide inovasi teknologi.

Baca Juga :  Mie Ongklok, Kuliner Legendaris Wonosobo dengan Kuah Kental yang Menggugah Selera

Bagi sebagian orang, kelopak putihnya yang sederhana terlihat biasa saja saat kering. Perubahan dramatis saat hujan menjadi pengingat bahwa keindahan alam sering tersembunyi pada detail kecil yang baru tampak pada kondisi tertentu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

idn times



Source link