Selasa 03-11-2026,22:30 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira |
Editor:
Jefri Ardi

Ilustrasi pemeriksaan darah untuk mendeteksi thalassemia melalui pengujian hemoglobin dan pemeriksaan genetik. –Dokumen Pribadi
RADARTVNEWS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya pencegahan thalassemia melalui peningkatan akses pemeriksaan genetik dan deteksi dini. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan jumlah kasus sekaligus mengurangi risiko kelahiran anak dengan thalassemia berat.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa pemeriksaan rutin menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengendalikan penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetik tersebut.
Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026), Dante menjelaskan bahwa pemerintah berupaya memperluas akses pemeriksaan dengan mengatasi salah satu kendala utama, yakni biaya pengujian genetik yang relatif mahal.
Melalui kerja sama dengan BB Genomika, pemerintah berupaya membuat layanan pemeriksaan tersebut lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Kemenkes menerapkan strategi pemusatan teknologi laboratorium canggih di tingkat pusat. Dengan mekanisme rujukan sampel dari fasilitas kesehatan daerah, laboratorium di berbagai wilayah tidak harus menyediakan seluruh peralatan pemeriksaan berbiaya tinggi.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan faktor genetik.
Pembawa Sifat Thalassemia Bisa Tidak
Menunjukkan Gejala Thalassemia merupakan kelainan darah akibat gangguan produksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami anemia dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan pembawa sifat atau carrier thalassemia. Seseorang yang membawa sifat genetik tersebut dapat terlihat sehat dan tidak mengalami keluhan berarti sehingga sering kali tidak menyadari kondisi yang dimilikinya.
Padahal, faktor keturunan memiliki peran penting dalam risiko thalassemia pada anak.
Apabila kedua orang tua merupakan pembawa sifat thalassemia beta, setiap kehamilan memiliki kemungkinan 25 persen anak mengalami thalassemia mayor, 50 persen menjadi pembawa sifat, dan 25 persen tidak mewarisi sifat tersebut.
Karena itu, pemeriksaan darah dan konsultasi genetik dapat membantu seseorang mengetahui kemungkinan risiko sebelum merencanakan kehamilan.
Deteksi Dini Jadi Langkah Pencegahan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












